PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-05-27-13-25-58-186_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.com//Blitar – Peristiwa tragis terjadi di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Rabu pagi (27/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Sebuah ledakan petasan yang diduga akan diterbangkan menggunakan balon udara tanpa awak di area persawahan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua anak mengalami luka-luka.

Insiden tersebut terjadi saat sebagian besar warga sedang melaksanakan Salat Iduladha. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial I (23) bersama enam anak lainnya diduga tengah mempersiapkan balon udara yang dilengkapi petasan sebelum diterbangkan. Namun nahas, petasan yang berada di tangan korban tiba-tiba meledak sebelum sempat diterbangkan ke udara.

Akibat ledakan tersebut, korban I mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh serta luka berat pada tangan kanan hingga putus. Korban sempat mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Sementara itu, dua anak yang berada di lokasi turut menjadi korban dalam kejadian tersebut. Kedua korban masing-masing berinisial ADR (11) dan D (12) dilaporkan mengalami luka lecet pada bagian jari dan wajah akibat serpihan ledakan. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya dikabarkan dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Kasi Humas , Aiptu Saeful Muheni menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian usai menerima laporan warga. Aparat kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi.

“Korban meninggal dunia akibat luka bakar serius dan ledakan petasan. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap serta asal-usul bahan petasan tersebut,” ujar Aiptu Saeful Muheni.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak bermain maupun menerbangkan balon udara yang disertai petasan karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Selain berisiko menimbulkan korban jiwa, aktivitas tersebut juga dapat mengganggu keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan bahan peledak rakitan, terutama saat momentum perayaan hari besar keagamaan yang kerap diwarnai tradisi menerbangkan balon udara dan petasan. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap seluruh fakta dalam kejadian tersebut.

Sumber:andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *