PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
IMG-20260530-WA0049

Radar nusantara 7.com//BLORA ||  – Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Randublatung-Cepu, Kabupaten Blora, kembali menjadi sorotan masyarakat.

Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas demi menghindari lubang dan retakan yang membahayakan.

Di tengah kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki, muncul aksi unik sekaligus sindiran yang dituliskan langsung di badan jalan. Tulisan tersebut berbunyi, “Wisata Dalan Bosok. Kapan dolan, Pak Gub Jateng. Ojo cangkeman.”

Tulisan bernada kritik itu sontak menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Kalimat tersebut dianggap sebagai bentuk protes masyarakat terhadap kerusakan jalan yang sudah berlangsung cukup lama dan dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah lubang menganga dan permukaan jalan yang tidak rata memaksa pengendara mengurangi kecepatan. Bahkan, tak sedikit pengendara yang harus bermanuver untuk menghindari kerusakan jalan agar tidak terjatuh atau mengalami kerusakan kendaraan.

Warga mengaku kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Beberapa insiden kecelakaan disebut kerap terjadi akibat pengendara kehilangan kendali saat menghindari lubang di tengah jalan.

Kalimat “Kapan dolan, Pak Gub Jateng” dinilai sebagai ajakan sekaligus sindiran kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar turun langsung melihat kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat. Sementara frasa “ojo cangkeman” yang dalam bahasa Jawa berarti “jangan banyak bicara” menjadi ungkapan kekecewaan warga yang berharap adanya tindakan nyata dibanding sekadar janji.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalur Randublatung-Cepu kembali aman dan nyaman digunakan. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah perbatasan Blora dan Cepu.

Hingga berita ini ditulis, keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut terus bermunculan, terutama melalui media sosial, dengan harapan perbaikan dapat segera direalisasikan sebelum menimbulkan korban kecelakaan yang lebih banyak.

RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *