PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-07-12-45-48-610_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.com//Tuban, Sabtu, 6 Juni 2026 – Kasus yang melibatkan seorang oknum anggota kepolisian di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang viral di media sosial setelah diduga menabrak dan menganiaya seorang badut pengamen, akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri permasalahan secara damai setelah dilakukan pertemuan yang difasilitasi oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menjelaskan bahwa setelah peristiwa tersebut menjadi perhatian publik, pihaknya segera mengambil langkah dengan memanggil kedua pihak yang terlibat, yakni pelaku berinisial TS (32) dan korban berinisial K (37), untuk dimintai keterangan sekaligus menjalani proses mediasi.

Menurut Siswanto, mediasi berlangsung dengan kesepakatan bersama tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. Dalam proses tersebut, pelaku menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang terjadi.

“Pihak kedua (pelaku) sanggup mengganti biaya pengobatan pada pihak pertama (korban) sebesar Rp150 ribu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ujar Iptu Siswanto dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Selain pemberian biaya pengobatan, kedua pihak juga sepakat untuk tidak melanjutkan persoalan tersebut ke proses hukum dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan. Kesepakatan damai itu dituangkan dalam hasil mediasi yang disaksikan oleh pihak terkait.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan dugaan aksi penabrakan dan penganiayaan terhadap seorang badut pengamen beredar luas di berbagai platform media sosial. Video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat yang meminta adanya klarifikasi dan penanganan terhadap peristiwa tersebut.

Menanggapi perhatian publik yang muncul, Polres Tuban menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur dengan memeriksa para pihak yang terlibat dan memfasilitasi penyelesaian permasalahan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan penyelesaian yang baik serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh.

Meski telah berakhir damai, peristiwa ini tetap menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan aparat penegak hukum. Berbagai pihak berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan sikap saling menghormati serta menyelesaikan konflik dengan cara yang bijaksana dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber:humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *