Radar Nusantara7.com – Bojonegoro – Besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun membawa harapan besar bagi masyarakat akan peningkatan kesejahteraan, terutama di sektor pelayanan dasar seperti kesehatan. Namun di tengah ekspektasi tersebut, publik kini menyoroti belum beroperasinya Puskesmas baru di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Puskesmas yang dibangun melalui APBD Tahun Anggaran 2023 dan 2024 dengan nilai kurang lebih Rp8,5 miliar itu sejatinya diproyeksikan menjadi fasilitas kesehatan yang lebih representatif. Rencana pemindahan layanan dari Puskesmas lama ke gedung baru diharapkan mampu menghadirkan ruang pelayanan yang lebih luas, nyaman, dan memadai bagi masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa dengan dipindahkannya Puskesmas lama ke bangunan baru, kapasitas layanan kesehatan semestinya dapat meningkat. Ruang tunggu yang lebih luas, fasilitas yang lebih lengkap, serta penataan ruangan yang lebih baik diharapkan bisa memberikan kenyamanan baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
“Kalau memang dipindahkan ke gedung baru, tentu harapannya tempatnya lebih luas dan pelayanannya lebih maksimal. Itu yang kami tunggu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun hingga kini, menurut keterangan warga, operasional Puskesmas baru tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Bangunan yang telah berdiri dinilai belum memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kondisi ini memunculkan kegelisahan, terlebih mengingat besarnya anggaran yang telah digelontorkan.
Sebagian masyarakat mempertanyakan kepastian waktu operasional serta alasan di balik belum difungsikannya gedung baru tersebut. Mereka berharap ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait progres pemindahan layanan, kesiapan sarana prasarana, hingga ketersediaan tenaga medis.
“Dengan anggaran miliaran rupiah, kami berharap segera ada kepastian. Jangan sampai masyarakat kecil hanya bisa melihat bangunan berdiri, tapi belum bisa merasakan pelayanannya,” ungkap warga lainnya.
Sorotan publik juga mengarah pada pentingnya pengawasan dan transparansi dalam setiap proyek yang dibiayai APBD. Warga menilai bahwa peran inspektorat, lembaga legislatif, serta instansi terkait sangat penting untuk memastikan bahwa setiap pembangunan benar-benar tepat guna dan tepat waktu.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah atau instansi teknis terkait mengenai jadwal pasti operasional Puskesmas baru tersebut. Media ini membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi demi menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
Masyarakat berharap pemindahan layanan dari Puskesmas lama ke gedung baru benar-benar segera terealisasi, sehingga fasilitas yang lebih luas dan representatif itu dapat dimanfaatkan secara optimal. Bagi warga, yang terpenting bukan sekadar berdirinya bangunan megah, melainkan hadirnya pelayanan kesehatan yang nyata, mudah diakses, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sumber:tim
Editor: redaksi






