Radar nusantara 7//Tual , Maluku – Pengorbanan dua aparat negara, Briptu Nanda Tutupoho dari Polda Maluku dan Serda Rangga S dari TNI Angkatan Udara, berakhir dengan duka mendalam. Keduanya gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar SMP yang tenggelam di Perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kota Tual, Maluku.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 14.40 WIT. Korban yang berhasil diselamatkan diketahui bernama Opy Hanubun (16), seorang pelajar SMP yang saat itu tengah berwisata bersama guru dan rekan-rekannya di kawasan pantai tersebut.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, Opy yang terpisah dari rombongannya tiba-tiba melompat dari tebing ke arah laut. Tak lama kemudian, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan.
Teriakan korban langsung menarik perhatian para pengunjung pantai, termasuk Briptu Nanda dan Serda Rangga yang saat itu berada di lokasi. Tanpa berpikir panjang, keduanya segera terjun ke laut untuk memberikan pertolongan.
Namun, kondisi perairan yang disertai ombak besar dan arus kuat membuat situasi semakin berbahaya. Saat berupaya menyelamatkan korban, kedua aparat tersebut justru terseret arus di sekitar area tebing pantai.
Warga dan pengunjung yang menyaksikan kejadian itu bergerak cepat melakukan evakuasi. Opy Hanubun berhasil diselamatkan, sementara Briptu Nanda dan Serda Rangga juga berhasil dievakuasi dari laut sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di Puskesmas Danar. Sementara Briptu Nanda sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Rekaman video warga yang beredar di media sosial memperlihatkan proses evakuasi yang berlangsung dramatis. Sejumlah warga tampak bahu-membahu menerjang ombak besar untuk menarik kedua korban ke daratan. Upaya penyelamatan berlangsung penuh risiko karena kondisi pantai yang dikelilingi tebing batu dan arus laut yang cukup kuat.
Kabid Humas Polda Maluku menyebut peristiwa tersebut sebagai wujud nyata semangat kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian yang dimiliki aparat negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara,” ungkapnya.
Pengorbanan kedua putra terbaik bangsa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi, dan masyarakat. Aksi heroik mereka akan selalu dikenang sebagai teladan keberanian dan pengabdian tanpa pamrih demi menyelamatkan sesama.
(Tim: Radar Nusantara 7)






