PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
IMG-20260707-WA0191

Morotai | RadarNusantara7.com – Penggunaan anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII di Kabupaten Pulau Morotai mulai menjadi perhatian publik. Pasalnya, hingga usai pembukaan kegiatan, rincian penggunaan anggaran sebesar Rp1,4 miliar yang dikelola Panitia Daerah belum dipublikasikan secara terbuka.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pulau Morotai, Yanto Gani, selaku penanggung jawab anggaran panitia daerah, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp1,4 miliar dialokasikan untuk berbagai kebutuhan awal penyelenggaraan POPDA XII.

“Panitia lokal dalam hal ini Dispora, anggaran yang terpakai sebesar Rp1,4 miliar. Itu untuk kesiapan awal, membiayai kontingen, menyiapkan fasilitas tamu, sementara untuk home stay ditanggung oleh panitia provinsi hingga berakhirnya kegiatan POPDA,” ujar yanto gani kepada awak media.

Namun, penjelasan tersebut dinilai belum memberikan gambaran secara rinci mengenai penggunaan anggaran. Hingga kini, pihak Dispora belum memaparkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun rincian belanja yang menjadi dasar realisasi dana tersebut.

Selain persoalan transparansi anggaran, awak media juga menanyakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang sebelumnya digelar antara Sekretaris Dispora, Bagian Humas dan Kominfo, serta sejumlah insan pers yang tergabung dalam kepanitiaan daerah.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar sepekan sebelum pembukaan POPDA XII itu, disebutkan adanya kesepakatan untuk menyediakan sejumlah fasilitas bagi wartawan, di antaranya tenda khusus media, kaos peliputan, serta area atau sentral tempat duduk selama pelaksanaan kegiatan.

Akan tetapi, berdasarkan pantauan RadarNusantara7.com saat pembukaan POPDA XII, fasilitas tersebut tidak tampak tersedia. Bahkan, tamu undangan, masyarakat, dan awak media terlihat berada di area yang sama tanpa penataan tempat duduk yang memadai.

Menanggapi hal tersebut, yanto gani mengakui adanya kekurangan dari panitia daerah dalam merealisasikan hasil kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya.

“Iya, itu memang menjadi kelalaian kami,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa panitia daerah dan panitia provinsi memiliki pengelolaan anggaran yang berbeda. Menurutnya, panitia daerah tidak mengetahui besaran anggaran yang dikelola oleh panitia dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kita panitia masing-masing punya anggaran. Provinsi juga punya anggaran, tetapi kami tidak mengetahui jumlah anggaran dari panitia provinsi. Sementara untuk panitia daerah, anggaran yang kami siapkan sebesar Rp1,4 miliar,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, rincian penggunaan anggaran Panitia Daerah POPDA XII Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp1,4 miliar masih belum dipublikasikan kepada masyarakat. Keterbukaan informasi mengenai alokasi dan realisasi belanja anggaran tersebut dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga tingkat pelajar tersebut.

Sumber:tim

(Redaksi RadarNusantara7.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *