TULUNGAGUNG | RadarNusantara7.com | Senin, 13 Juli 2026 – Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada tahun 2026, sebanyak 574 unit rumah yang tersebar di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) menjadi sasaran program tersebut.
Salah satu penerima bantuan adalah Wahyudiono, warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Ia mengaku tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah rumah yang selama ini ditempatinya bersama keluarga mulai direnovasi menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.
Bagi Wahyudiono, program Rutilahu menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Atap rumah yang bocor saat hujan, dinding yang dipenuhi lubang, hingga lantai tanah menjadi bagian dari kesehariannya selama ini.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya yang telah memperbaiki rumah saya,” ujar Wahyudiono saat ditemui di rumahnya yang masih dalam proses renovasi, Senin (13/07/2026).
Ia menuturkan, bantuan tersebut menjadi jawaban atas impian keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman.
Selain rumah milik Wahyudiono, ratusan rumah lainnya di wilayah Korem 081/DSJ juga mendapatkan bantuan serupa melalui program Rutilahu yang merupakan hasil kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 081/DSJ, Mayor Inf Ismail, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat total 574 unit rumah yang menjadi sasaran program tersebut.
“Untuk tahun 2026 ini, total ada sebanyak 574 unit rumah di wilayah kami yang menjadi sasaran dalam program Rutilahu hasil kerja sama Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya,” terang Mayor Inf Ismail.
Ia menjelaskan, rumah-rumah yang direnovasi tersebut tersebar di enam wilayah, yakni Kabupaten Trenggalek sebanyak 105 unit, Tulungagung 95 unit, serta Kabupaten Madiun, Ngawi, Blitar, dan Nganjuk yang masing-masing memperoleh alokasi 94 unit.
Menurutnya, program Rutilahu merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak huni.
Tidak hanya meningkatkan kualitas bangunan, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan taraf kesehatan, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
“Kami berharap program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni dapat berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga,” pungkasnya.
Program Rutilahu menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, dan warga.
Sumber:humas
(Redaksi RadarNusantara7.com)






