PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-07-17-15-24-05-999_com.facebook.lite-edit

RADAR NUSANTARA7.COM //MADIUN – Ledakan terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II milik Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) TNI AD yang berada di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat personel tengah melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan rutin terhadap material amunisi di salah satu gudang penyimpanan.

“Pada saat proses pemeriksaan dan perawatan berlangsung, terjadi ledakan yang mengakibatkan korban di kalangan personel TNI Angkatan Darat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Akibat peristiwa tersebut, satu prajurit TNI AD dilaporkan gugur dalam tugas. Selain itu, enam personel lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian empat orang mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Suara ledakan yang sangat keras sempat menggegerkan warga di sekitar lokasi. Sejumlah warga mengaku dentuman terdengar hingga Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kompleks gudang amunisi.

Kepanikan sempat terjadi di sepanjang Jalan Raya Madiun–Surabaya. Warga yang sedang beraktivitas berhamburan keluar untuk mencari sumber suara ledakan.

Meski demikian, TNI AD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada permukiman warga. Kompleks Gudang Pusat Amunisi tersebut berada di kawasan militer yang lokasinya cukup jauh dari area pemukiman penduduk.

Pasca kejadian, aparat TNI langsung melakukan sterilisasi dan menutup area gudang untuk kepentingan penyelidikan. Tim investigasi TNI AD diterjunkan guna mengamankan lokasi, menyisir kemungkinan adanya material berbahaya, sekaligus mengungkap penyebab pasti ledakan.

TNI AD juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber resmi, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi hingga hasil penyelidikan diumumkan.

Sumber:(*)

(Redaksi Radar Nusantara7.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *