PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260811-WA0161

Radar Nusantara7.com | Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun menegaskan bahwa pelaksanaan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak usia sekolah saat ini masih ditujukan kepada anak perempuan.

Penegasan tersebut disampaikan di tengah beredarnya berbagai informasi di masyarakat mengenai sasaran vaksin HPV. Pemerintah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) terus melaksanakan imunisasi HPV sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap kanker leher rahim atau kanker serviks.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, Denik Wuryani, mengatakan pihaknya tetap melaksanakan program imunisasi HPV sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku.

“Pada dasarnya untuk anak perempuan. Saat ini kebijakannya untuk anak perempuan. Itu yang kami laksanakan,” ujar Denik Wuryani, Selasa (11/6/2026).

Menurutnya, imunisasi HPV merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang diberikan secara gratis kepada anak usia sekolah dan diintegrasikan melalui pelaksanaan BIAS.

Program tersebut bertujuan memberikan perlindungan sejak dini terhadap infeksi HPV yang diketahui berkaitan dengan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Pelaksanaan imunisasi HPV dilakukan melalui koordinasi antara satuan pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas di wilayah masing-masing.

Bagi anak perempuan yang belum mendapatkan imunisasi HPV pada saat kelas 5 SD atau sekitar usia 11 tahun, pemberian vaksin dapat dilakukan pada kesempatan berikutnya sesuai dengan ketentuan serta jadwal program imunisasi yang berlaku.

Belum Ada Kebijakan untuk Anak Laki-Laki

Sementara itu, terkait kemungkinan adanya perluasan sasaran imunisasi HPV kepada anak laki-laki, Denik mengaku belum mengetahui adanya kebijakan baru mengenai hal tersebut.

“Apakah ada wacana untuk anak laki-laki, belum tahu. Saat ini kebijakannya untuk anak perempuan. Itu yang kami laksanakan,” jelasnya.

Dengan demikian, Dinkes Kota Madiun saat ini masih menjalankan imunisasi HPV sesuai kebijakan pemerintah yang berlaku, dengan sasaran utama anak perempuan.

Dinkes juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai vaksin HPV yang beredar di media sosial apabila sumbernya tidak jelas.

Masyarakat diharapkan memperoleh informasi mengenai program imunisasi melalui sumber resmi, seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak sekolah, maupun kanal resmi pemerintah.

Imunisasi HPV diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan sejak dini terhadap kanker leher rahim sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan bagi generasi muda.

(Ipung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *