SIKKA – Radar Nusantara 7.com – Kepolisian Resor (Polres) Sikka melalui jajaran Polisi Wanita (Polwan) menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak TK Kemala Bhayangkari 07 Maumere sebagai bentuk pendampingan psikologis pascagempa yang mengguncang wilayah Flores.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membantu anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan ceria setelah mengalami situasi yang dapat menimbulkan rasa takut maupun kecemasan akibat bencana alam.
Dengan pendekatan yang ramah anak, para Polwan mengajak peserta mengikuti berbagai aktivitas kebersamaan, mulai dari permainan, bernyanyi, hingga kegiatan interaktif lainnya. Suasana kegiatan dibuat santai dan menyenangkan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas tanpa dibayangi rasa takut.
Senyum dan tawa anak-anak pun terlihat selama kegiatan berlangsung. Pendekatan melalui permainan dan kebersamaan diharapkan dapat membantu mengurangi beban psikologis sekaligus membangun kembali rasa percaya diri mereka setelah menghadapi situasi pascabencana.
Selain trauma healing, para Polwan juga membagikan makanan ringan (snack) kepada anak-anak. Pemberian tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral agar anak-anak tetap bersemangat dalam melewati masa pemulihan pascagempa.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan dan kebutuhan fisik, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis, terutama bagi anak-anak yang menjadi salah satu kelompok rentan terdampak bencana.
Polres Sikka melalui kegiatan tersebut turut menegaskan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk saat menghadapi bencana dan proses pemulihan setelahnya.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat Polri #SiagaHadapiBencana serta komitmen untuk terus mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat dan Indonesia pascabencana.(*)
Radar Nusantara 7.com






