PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
Screenshot_20260225_145659.jpg


Radar Nusantara7.com – Surabaya – Kepolisian Republik Indonesia melalui Divisi Humas mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif, aman, dan damai di tengah masyarakat.


Dalam pesan yang disampaikan kepada publik, Polri mengingatkan pentingnya menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kembali. Masyarakat diminta memastikan bahwa informasi yang diterima telah terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, maupun perpecahan.


“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari menyebarkan hoaks dan terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam imbauan tersebut.


Menurut Polri, perkembangan teknologi dan kemudahan akses media sosial membuat arus informasi bergerak sangat cepat.

Di satu sisi, hal ini memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan berbagi kabar. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang beredarnya informasi yang tidak akurat, bahkan sengaja disebarkan untuk memecah belah masyarakat.


Bulan Ramadhan yang identik dengan suasana penuh keberkahan, kedamaian, dan kebersamaan diharapkan tidak ternodai oleh penyebaran kabar bohong maupun provokasi. Polri menilai, menjaga emosi dan mengendalikan diri menjadi bagian penting dari makna ibadah puasa, termasuk dalam aktivitas bermedia sosial.


Selain itu, Polri juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat dengan tidak mudah terpancing isu-isu sensitif, terutama yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Edukasi literasi digital dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan informasi di era modern.


Di sisi lain, sejumlah pengamat komunikasi menilai imbauan semacam ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana penyebaran hoaks kerap meningkat pada momen-momen tertentu, termasuk bulan keagamaan. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah, platform media sosial, serta masyarakat dalam membangun budaya cek fakta sebelum berbagi.


Polri berharap, dengan kesadaran bersama, suasana Ramadhan dapat tetap berlangsung dalam kondisi aman, tenteram, dan penuh keberkahan. Masyarakat pun diingatkan untuk selalu mengedepankan sikap bijak, sabar, dan tidak reaktif terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.


“Bersama kita wujudkan suasana Ramadhan yang aman, damai, dan penuh keberkahan,” tutup imbauan tersebut.

Sumber: humas

Editor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *