PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_20260304_220654.jpg


Radar Nusantara7.com – GOWA, 1 Februari 2026 – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Gowa menjadi sorotan publik setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan mereka tengah menikmati hiburan karaoke di salah satu kafe di Yogyakarta.

Video tersebut memicu reaksi beragam dari masyarakat, lantaran pada waktu yang hampir bersamaan, sebagian wilayah di Kabupaten Gowa tengah dilanda musibah banjir bandang.


Dalam rekaman yang beredar di media sosial, tampak beberapa anggota dewan menyanyikan lagu di atas panggung kecil dengan iringan musik band serta mengikuti teks lagu yang ditampilkan di layar. Suasana terlihat santai dan penuh hiburan. Namun, momen tersebut menuai kritik dari sebagian warga yang menilai kegiatan itu tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.


Salah seorang warga Gowa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menilai, di tengah situasi darurat yang dialami masyarakat akibat banjir bandang, para wakil rakyat seharusnya hadir di tengah warga untuk memantau kondisi, memberikan dukungan moril, serta memastikan penanganan berjalan maksimal.


“Seharusnya mereka turun langsung melihat kondisi warga yang terdampak. Ini justru terlihat santai bernyanyi di luar daerah,” ujarnya.


Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai waktu dan konteks kegiatan tersebut, apakah merupakan agenda dinas, kunjungan kerja, atau kegiatan pribadi di luar jam tugas.

Sejumlah pihak juga mengingatkan agar publik menunggu klarifikasi resmi guna menghindari kesimpangsiuran informasi.


Banjir bandang yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Gowa dilaporkan menyebabkan kerusakan rumah warga serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Aparat setempat bersama relawan masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak.


Peristiwa ini pun memunculkan perdebatan di ruang publik mengenai etika pejabat publik dalam menjaga sensitivitas sosial, terutama saat daerah yang diwakilinya tengah menghadapi bencana. Masyarakat berharap adanya penjelasan terbuka agar situasi dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sumber:tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *