PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
17f112720e151f1538228c31ed6499d0.png


Radar Nusantara7.Com//Kediri, Jumat (20 Maret 2026) – Seorang pria tanpa identitas (Mr. X) dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api komuter line Dhoho rute Surabaya–Malang. Peristiwa tersebut terjadi di perlintasan rel antara Stasiun Kediri dan Stasiun Ngadiluwih, tepatnya di kilometer 184+800.


Kapolsek Kediri Kota, AKP Bowo Wicaksono, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian dan hingga kini belum diketahui identitasnya.


“Benar, telah terjadi insiden seorang pria tertemper kereta api di KM 184+800. Saat ini korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses identifikasi serta visum,” ujar AKP Bowo.


Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi pasti kejadian tersebut, termasuk upaya mengungkap identitas korban.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak berwajib.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa setelah kejadian, rangkaian kereta sempat dihentikan untuk memastikan kondisi teknis tetap aman sebelum melanjutkan perjalanan.


“Kereta sempat berhenti untuk pemeriksaan kondisi rangkaian. Selain itu, kereta komuter line Dhoho juga sempat berhenti di Stasiun Ngadiluwih untuk melaporkan kejadian tersebut sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.


Lebih lanjut, Tohari menambahkan bahwa masinis telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan 35 atau suling sebagai tanda peringatan, namun tidak direspons oleh korban yang berada di jalur rel.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api, mengingat potensi bahaya yang sangat tinggi.


Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menunggu hasil identifikasi korban serta mendalami penyebab pasti insiden tersebut.


Sumber: Andika
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *