Radar Nusantara7.Com//Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Trucuk terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan mempersiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Upaya ini dilakukan melalui diskusi bersama pengurus Bank Sampah Srawung Makmur guna menyatukan langkah dan strategi ke depan.
Kegiatan diskusi yang berlangsung pada malam hari tersebut menjadi forum penting dalam membahas kesiapan pembangunan TPS3R, termasuk teknis pengelolaan serta pembagian peran antar pihak yang terlibat. Hal ini dilakukan agar pengelolaan sampah di Desa Trucuk dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Bank Sampah Srawung Makmur, perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, serta pendamping dari Alas Institute dan ExxonMobil yang turut memberikan dukungan dalam program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Desa Trucuk, Sunoko, S.Sos., SH., NL.P., menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta pihak pendamping menjadi kunci utama keberhasilan program TPS3R. Ia menegaskan bahwa keberadaan TPS3R diharapkan tidak hanya sebagai tempat penampungan sampah semata.
“Melalui diskusi ini, kami ingin memastikan TPS3R dapat berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah, baik organik maupun anorganik. Dengan demikian, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan, sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif dalam memilah sampah sejak dari rumah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap penguatan peran Bank Sampah Srawung Makmur dapat menjadi nilai tambah dalam mendukung penilaian program lingkungan, termasuk Adipura di masa mendatang.
Dengan adanya kolaborasi lintas pihak ini, Pemdes Trucuk optimistis pengelolaan sampah berbasis kawasan dapat berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Sumber:tim




