PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
IMG_20260518_182301

Radar nusantara 7.com//Pulau Morotai – senin – 18 – Mei – 2026 –  Limbah tempurung kelapa yang dulunya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, kini menjelma menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi yang dikenal sebagai “emas hitam” baru Indonesia. Permintaan pasar internasional terhadap arang tempurung kelapa dan briket ramah lingkungan terus meningkat, menjadikan sektor ini sebagai peluang usaha menjanjikan sekaligus magnet investasi yang terus berkembang.

Salah satu pelaku usaha lokal yang kini ikut mendorong pertumbuhan industri tersebut adalah Gudang Berkat Pengasil, yang bergerak di bidang pengolahan arang batok kelapa berkualitas untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Keunggulan arang tempurung kelapa asal Indonesia dikenal memiliki kualitas premium dengan kadar panas tinggi, daya tahan api lebih lama, serta menghasilkan asap yang lebih sedikit dibanding bahan bakar konvensional lainnya. Tidak heran jika produk ini menjadi primadona di sejumlah negara Eropa, Timur Tengah, hingga Asia sebagai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan.

Meningkatnya tren penggunaan energi hijau di berbagai negara juga menjadi faktor utama melonjaknya permintaan terhadap produk briket arang batok kelapa. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pengusaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Yansen Hengkengbala, salah satu pengusaha lokal pengolahan arang tempurung kelapa, mengatakan bahwa usaha yang dijalankannya saat ini terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk arang berkualitas.

Menurutnya, selain memiliki nilai ekonomi tinggi, industri pengolahan arang tempurung kelapa juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta membantu meningkatkan perekonomian warga di daerah.

“Permintaan pasar terhadap arang tempurung kelapa cukup tinggi. Produk ini banyak diminati karena kualitasnya bagus dan ramah lingkungan,” ujar Yansen Hengkeng bala.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang dinilai cukup membantu para pelaku usaha, khususnya dalam proses pengurusan legalitas dan perizinan usaha.

“Kami melihat pemerintah daerah sudah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik, khususnya Dinas PTSP yang memberikan pelayanan cukup baik dalam proses pengurusan izin usaha kami,” tambahnya.

Di tengah meningkatnya minat investor terhadap industri energi alternatif, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat disebut terus membuka ruang investasi melalui kemudahan perizinan serta dukungan pengembangan infrastruktur usaha.

Kemitraan antara pelaku usaha lokal dan investor diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen briket arang tempurung kelapa terbesar di dunia.

Selain berpotensi meningkatkan devisa negara, industri pengolahan arang batok kelapa juga dinilai memiliki dampak positif terhadap lingkungan karena memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

Dengan potensi sumber daya kelapa yang melimpah di berbagai daerah Indonesia, sektor pengolahan arang tempurung kelapa diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu sektor usaha unggulan berbasis ekonomi hijau di masa mendatang.

Para pelaku usaha pun berharap dukungan pemerintah terhadap industri kecil dan menengah terus diperkuat agar produk lokal Indonesia mampu bersaing lebih luas di pasar internasional serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat daerah.

Reporter:fata

Editor:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *