PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-05-25-11-46-31-38_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg

Radar nusantara 7.Com// Bojonegoro//  Berdirinya Desa Sidorejo memiliki perjalanan sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari masa pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942. Desa yang kini dikenal sebagai salah satu wilayah berkembang di Kecamatan Sukosewu tersebut lahir melalui program transmigrasi lokal yang dilakukan pemerintah pada masa itu untuk menyelamatkan warga terdampak kebijakan kerja paksa atau romusha.

Berdasarkan catatan sejarah desa, Sidorejo didirikan pada tahun 1942, tepat ketika situasi sosial dan ekonomi masyarakat berada dalam tekanan akibat pendudukan Jepang. Kala itu, Bupati Bojonegoro yang menjabat, yakni R. Tumenggung Achmad Soerjodiningrat periode 1937–1943, mengambil langkah memindahkan sejumlah warga ke kawasan baru yang sebelumnya masih berupa hutan dan lahan belantara.

Pemindahan penduduk tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelamatan masyarakat yang terdampak program romusha Jepang. Warga yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan kemudian diarahkan untuk membuka lahan baru dan membentuk permukiman yang kelak dikenal dengan nama Desa Sidorejo.

Secara etimologi, nama “Sidorejo” berasal dari bahasa Jawa, yakni kata “Sido” yang berarti jadi atau berhasil, serta “Rejo” yang bermakna ramai dan makmur. Penamaan itu bukan sekadar identitas wilayah, melainkan sebuah harapan besar agar desa yang baru dibentuk tersebut benar-benar tumbuh menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan dihuni masyarakat yang hidup rukun.

Dalam proses pembentukannya, wilayah Desa Sidorejo diketahui berasal dari penggabungan sebagian area dua desa yang telah lebih dahulu ada, yaitu Desa sidodadi dan Desa Sumberejo Kidul Penggabungan wilayah tersebut menjadi tonggak awal lahirnya desa Sidoarjo yang kemudian berkembang hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, Desa Sidorejo telah dipimpin Sekitar Sembilan Kepala Desa dari mulai  Berdirinya Desa Sidoarjo, dari berbagai periode. Kepemimpinan demi kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan desa, baik di bidang pemerintahan, pertanian, infrastruktur, maupun kehidupan sosial masyarakat. Namun demikian, catatan lengkap mengenai silsilah kepemimpinan desa masih tersimpan dalam arsip resmi Pemerintah Desa Sidorejo.

Masyarakat setempat menilai sejarah berdirinya Desa Sidorejo menjadi bagian penting yang patut dikenang generasi muda. Selain menjadi pengingat perjuangan masyarakat pada masa penjajahan, sejarah tersebut juga menggambarkan semangat gotong royong dan tekad warga dalam membangun kehidupan baru di tengah situasi sulit kala itu.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu sejak berdiri pada 1942, Desa Sidorejo terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Berbagai pembangunan infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan terus dilakukan sebagai bentuk melanjutkan cita-cita para pendiri desa terdahulu.

Pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan terus menjaga nilai sejarah dan budaya lokal agar perjalanan panjang Desa Sidorejo tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Dengan demikian, generasi mendatang tetap dapat memahami asal-usul desa serta menghargai perjuangan para leluhur yang membuka dan membangun wilayah tersebut dari nol hingga menjadi desa yang hidup dan berkembang seperti saat ini.

Sumber:Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *