PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-07-17-11-30-377_com.whatsapp.w4b-edit

Radar nusantara 7.com//Morotai Utara, Minggu (7/6/2026) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dibawa pulang oleh oknum petugas dan tidak tersalurkan kepada penerima manfaat.

Pemberitaan yang diduga bersumber dari unggahan dan laporan masyarakat sekitar satu bulan lalu tersebut kembali menjadi sorotan publik. Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai pelaksanaan Program MBG di lapangan.

Menurut Hasanudin, makanan yang terlihat berada di rumah salah satu petugas distribusi bukanlah makanan yang seharusnya diterima penerima manfaat namun tidak disalurkan. Makanan tersebut merupakan kelebihan porsi yang masih layak konsumsi setelah seluruh proses distribusi kepada penerima manfaat yang terdaftar selesai dilaksanakan.

“Perlu kami tegaskan bahwa seluruh makanan yang menjadi hak penerima manfaat telah didistribusikan sesuai daftar sasaran yang telah ditetapkan. Adapun makanan yang terlihat menumpuk merupakan kelebihan porsi setelah proses distribusi selesai dan bukan hasil pengurangan jatah penerima manfaat,” ujar Hasanudin.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Program MBG, jumlah produksi makanan disiapkan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan teknis di lapangan. Namun dalam praktiknya, terkadang terdapat penerima manfaat yang tidak hadir karena sakit, libur, atau alasan lainnya sehingga menyisakan sejumlah porsi makanan.

Untuk menghindari pemborosan pangan, kata Hasanudin, makanan yang masih layak konsumsi tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat oleh tim distribusi sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami berpegang pada prinsip bahwa makanan yang telah diproduksi dengan baik dan masih layak konsumsi tidak boleh terbuang sia-sia. Karena itu, apabila terdapat kelebihan porsi setelah seluruh penerima manfaat terlayani, makanan tersebut dapat diberikan kepada masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan pangan secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Hasanudin juga membantah tudingan bahwa petugas secara rutin membawa pulang puluhan ompreng untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, seluruh proses produksi dan distribusi makanan MBG dilakukan melalui sistem pencatatan dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami memastikan tidak ada penyelewengan dalam pelaksanaan Program MBG di SPPG Kenari Morotai Utara. Setiap kegiatan distribusi dilakukan berdasarkan data penerima manfaat dan diawasi sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasanudin mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bentuk partisipasi dalam pengawasan publik. Namun, ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami terbuka terhadap kritik, masukan, dan pengawasan masyarakat. Namun kami juga berharap informasi yang beredar dapat diverifikasi terlebih dahulu sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan melalui SPPG Kenari Morotai Utara hingga saat ini terus melayani peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Dengan adanya klarifikasi ini, SPPG Kenari Morotai Utara berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sebenarnya serta terus mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Reporter:fata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *