PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-19-13-52-19-329_com.facebook.lite-edit

BATANG,  Radar Nusantara 7   jum – 19 – jun 2026 -Kasus penyebaran video bermuatan asusila yang sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Batang kini memasuki tahap penyidikan. Aparat kepolisian mengungkap dugaan adanya modus penipuan berkedok tawaran pekerjaan dengan iming-iming bayaran fantastis hingga ratusan juta rupiah.

Dari hasil penyelidikan sementara, kasus tersebut diduga bermula ketika korban menerima tawaran melalui sebuah akun Telegram yang tidak dikenal. Akun tersebut menawarkan pekerjaan dengan janji mendapatkan imbalan besar, mencapai sekitar Rp220 juta hingga Rp250 juta.

Awalnya, korban disebut hanya diminta mengirimkan foto dan video biasa. Untuk membangun rasa percaya, pelaku bahkan memberikan pembayaran awal sekitar Rp750 ribu. Setelah korban percaya, pelaku kemudian meminta kiriman konten yang lebih sensitif dengan alasan sebagai bagian dari pekerjaan yang ditawarkan.

Namun setelah konten dikirim, janji pembayaran bernilai ratusan juta rupiah tersebut tidak pernah diterima. Akun Telegram yang sebelumnya berkomunikasi dengan korban kemudian menghilang, sementara video pribadi tersebut justru diduga tersebar luas melalui berbagai platform media sosial.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Batang. Ponsel milik pihak yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut telah dikirim ke Laboratorium Forensik Semarang untuk dilakukan pemeriksaan digital, termasuk ekstraksi data dan penelusuran jejak elektronik guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran video tersebut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan melalui media sosial, terutama yang menawarkan keuntungan besar dengan cara yang tidak wajar. Masyarakat juga diminta tidak mudah memberikan foto, video, atau data pribadi kepada orang yang belum dikenal.

Modus seperti ini menjadi peringatan bahwa kejahatan digital dapat menyasar siapa saja. Kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak menjadi korban berikutnya.

Sumber:(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *