PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
IMG-20260722-WA0131

Radar nusantara 7.com//MAGETAN – Menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026, Polres Magetan bersama Pemerintah Kabupaten Magetan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Kekeringan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Pemkab Magetan, Selasa (21/7/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., didampingi Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Kasdim 0804/Magetan yang mewakili Dandim 0804/Magetan, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur Wilayah Madiun, Wakil Administratur KPH Lawu DS, Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, serta sejumlah instansi dan elemen kebencanaan.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mematangkan upaya mitigasi menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan akibat musim kemarau.
Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Magetan yang memiliki kawasan pegunungan, hutan lindung, lahan pertanian, hingga destinasi wisata di lereng Gunung Lawu memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Seluruh unsur pemerintah dan stakeholder harus mengedepankan langkah mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan, bukan hanya bertindak ketika bencana telah terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan iklim yang menyebabkan cuaca semakin ekstrem menuntut koordinasi yang lebih kuat antarlembaga. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sistem peringatan dini, memetakan wilayah rawan, memastikan kesiapan distribusi air bersih, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Sementara itu, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan kesiapan TNI dan Polri dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau.
“TNI dan Polri siap mendukung Pemerintah Kabupaten Magetan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui sinergi seluruh unsur,” tegas Kapolres.
Kapolres juga mengusulkan pembentukan tim terpadu yang memiliki pembagian tugas dan mekanisme kerja yang jelas agar penanganan Karhutla dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, pihak kepolisian akan terus menggencarkan sosialisasi terkait ancaman pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Dalam rakor tersebut, Lanud Iswahjudi turut menyatakan kesiapan dengan menyiagakan dua unit helikopter guna mendukung operasi penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Magetan.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Kabupaten Magetan nantinya akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemkab Magetan, Polres Magetan, Kodim 0804/Magetan, BPBD, Perhutani, Lanud Iswahjudi, relawan kebencanaan, hingga Batalyon TP 529/SBA.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat mitigasi, mempercepat pelaporan apabila ditemukan titik api maupun wilayah terdampak kekeringan, serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Sinergi lintas sektor yang semakin kuat diharapkan mampu menjaga Kabupaten Magetan tetap aman dari ancaman kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan, sekaligus melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
(Ipung/Radar Nusantara7.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *