PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
1785201871373

Jakarta//Radarnusantara7.com– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat bersama jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Usai rapat, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa seluruh anggota KSSK berkomitmen memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik.

Menurut Destry, koordinasi yang erat antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus ditingkatkan guna memastikan kebijakan yang diambil berjalan selaras serta mampu menjaga stabilitas sektor keuangan.

Ia juga menegaskan dukungan penuh KSSK terhadap arah kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Destry menyampaikan bahwa Bank Indonesia tetap menempatkan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu prioritas utama kebijakan moneter. Untuk itu, BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung kepercayaan pelaku pasar.

Selain menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia juga akan melanjutkan berbagai kebijakan untuk mendorong masuknya investasi dan aliran modal asing ke Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah tetap memberikan insentif bagi arus modal masuk, sebagaimana diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Juli 2026, termasuk melalui penurunan biaya lindung nilai (hedging).

Pemerintah berharap sinergi yang semakin kuat antarotoritas di bawah koordinasi KSSK mampu menjaga ketahanan sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sumber: BPMI Sekretariat Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *