PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
IMG-20260530-WA0015

Radar nusantara 7.com Bojonegoro||  – Komitmen meningkatkan literasi keuangan yang inklusif terus diwujudkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur. Melalui program Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, kedua instansi memberikan pemahaman langsung kepada penyandang disabilitas tunanetra agar semakin mandiri dan percaya diri dalam bertransaksi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SLB Negeri Sumbang, Kabupaten Bojonegoro, ini diikuti oleh anggota DPC Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bojonegoro. Suasana acara berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat, dengan peserta aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya mengenal dan mencintai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Selain itu, mereka juga dibekali pengetahuan tentang ciri-ciri keaslian uang Rupiah, cara merawat uang dengan benar, serta teknik mengenali pecahan uang yang dirancang khusus untuk memudahkan penyandang tunanetra.

Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menjelaskan bahwa program CBP Rupiah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mata uang nasional. Melalui edukasi yang inklusif, BI berharap seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat memiliki akses yang sama terhadap informasi dan layanan keuangan.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Bank Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi penyandang tunanetra dalam mendukung kemandirian ekonomi dan aktivitas sehari-hari mereka.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi dan edukasi keuangan. Kegiatan ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali dan menggunakan Rupiah secara mandiri,” ujar salah satu perwakilan Dinsos Bojonegoro.

Melalui sosialisasi ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami karakteristik dan keaslian Rupiah, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dalam menyebarkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung mengenali ciri-ciri uang Rupiah. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, menandakan pentingnya edukasi keuangan yang ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *