RADAR NUSANTARA7.COM | MOROTAI – Kondisi tambatan perahu di Desa Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, yang menjadi salah satu akses transportasi laut bagi masyarakat Desa Kolorai dan Galo-Galo, memprihatinkan. Sejumlah bagian fasilitas tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga ambruk ke laut.
Kerusakan tambatan perahu tersebut mulai mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur transportasi laut untuk menuju Daruba.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian konstruksi tambatan terlihat rapuh dan mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat warga harus lebih berhati-hati ketika naik maupun turun dari perahu, terlebih saat air laut dalam kondisi pasang maupun surut.
Tambatan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain menjadi tempat bersandar perahu nelayan, fasilitas itu juga digunakan warga Kolorai dan Galo-Galo untuk berbagai keperluan di Daruba, mulai dari bekerja, bersekolah, berobat hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Kolorai, Jainudin, mengaku kondisi tambatan yang rusak sangat menyulitkan masyarakat.
Kami sangat kesulitan untuk naik ke perahu, apalagi kalau air laut sedang pasang atau surut drastis,” ujar Jainudin, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika warga membawa barang belanjaan maupun hasil bumi. Aktivitas bongkar muat menjadi lebih berisiko karena kondisi tambatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Warga menyebut kerusakan tambatan perahu tersebut telah berlangsung cukup lama dan kondisinya semakin memburuk. Namun, hingga kini mereka mengaku belum melihat adanya perbaikan yang berarti.
Masyarakat Desa Daruba, Kolorai, dan Galo-Galo berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai segera turun tangan memperbaiki fasilitas tersebut.
Mereka menilai kerusakan tambatan bukan hanya menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan pengguna jasa transportasi laut.
“Pemerintah harus segera melihat kondisi ini. Jangan sampai menunggu ada warga yang mengalami kecelakaan baru dilakukan perbaikan,” harap warga.
Masyarakat berharap perbaikan dapat segera dilakukan sehingga akses transportasi laut antardesa kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mengenai kondisi kerusakan maupun rencana perbaikan tambatan perahu tersebut.
Reporter: Fhattahillamahasari
Editor: Redaksi






