PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260826-WA0058

MOROTAI SELATAN BARAT, RADAR NUSANTARA 7.COM – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pulau Morotai mulai berdampak terhadap sektor pertanian. Kondisi tersebut dirasakan para petani sawah di Desa Tiley, Kecamatan Morotai Selatan Barat, yang menghadapi lahan pertanian kering dan kendala dalam persiapan musim tanam.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, kondisi sejumlah lahan persawahan di Desa Tiley dilaporkan mengalami kekeringan. Minimnya pasokan air membuat petani khawatir terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian dan produksi padi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Dinas Pertanian terus berupaya memenuhi kebutuhan petani, baik untuk lahan sawah maupun hortikultura, sekaligus mempersiapkan musim tanam berikutnya.

“Di musim kemarau saat ini kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air bagi petani, baik di lahan sawah maupun lahan hortikultura. Kami memahami kondisi yang dihadapi petani dan terus berkoordinasi agar aktivitas pertanian tetap berjalan,” ujar Tamhid.

Khusus untuk lahan persawahan di Desa Tiley dan Usbar, Tamhid menjelaskan bahwa jaringan irigasi masih dapat digunakan untuk pengairan. Namun, saat ini terdapat pekerjaan rehabilitasi dan perbaikan sistem saluran yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Untuk Tiley dan Usbar, irigasinya masih normal untuk pengairan. Hanya saja sementara ini ada kendala karena sistem pengairannya sedang dalam proses perbaikan. Pekerjaan ini juga berkaitan dengan penanganan persoalan banjir yang sering terjadi ketika musim hujan,” jelasnya.

Menurut Tamhid, persoalan pengairan di Tiley harus dilihat secara menyeluruh. Selain menghadapi kekeringan ketika musim kemarau, kawasan tersebut juga kerap mengalami persoalan banjir saat musim hujan.

Ia menjelaskan, BWS memiliki agenda pembangunan sejumlah titik bagi pada jaringan irigasi yang diharapkan dapat membantu mengatur aliran air. Langkah tersebut dinilai penting karena ketika musim hujan, luapan air di wilayah Tiley tidak hanya merusak tanaman petani, tetapi juga dapat mencapai badan jalan utama.

“Ketika musim hujan, Tiley juga sering mengalami banjir yang merusak tanaman warga dan airnya meluap sampai ke jalan utama. Karena itu, ada pekerjaan dari BWS untuk merehabilitasi saluran utama secara keseluruhan,” katanya.

Tamhid menambahkan, pintu utama pada bendung saat ini masih ditutup karena pekerjaan rehabilitasi saluran utama sedang berlangsung. Rehabilitasi tersebut mencakup jaringan dari bendung hingga saluran utama.

Di tengah proses perbaikan jaringan irigasi, Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai juga telah mengambil langkah untuk membantu petani mempersiapkan musim tanam Oktober–Maret (Okmar).

Salah satunya dengan mengerahkan traktor roda empat ke wilayah Tiley dan Usbar untuk membantu petani melakukan pengolahan lahan.

“Kami juga sudah mengerahkan traktor roda empat ke Tiley dan Usbar untuk membantu petani dalam kegiatan pengolahan lahan. Ini bagian dari persiapan menghadapi musim tanam Okmar,” tegas Tamhid.

Ia memastikan petugas Dinas Pertanian tetap berada di lapangan untuk memantau kondisi petani sekaligus merespons setiap keluhan yang disampaikan masyarakat.

“Petugas kami juga selalu stay di lapangan. Ketika ada keluhan, langsung bergerak. Silakan berkoordinasi dengan Arwan Pawane yang selalu berada di lokasi untuk mengawal para petani,” ungkapnya.

Tamhid menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pertanian akan terus memberikan perhatian terhadap kondisi petani, khususnya dalam menghadapi perubahan cuaca dan persoalan pengairan.

“Kami tidak tinggal diam. Petani tetap menjadi perhatian kami. Apa yang bisa kami lakukan melalui Dinas Pertanian akan kami upayakan, termasuk dukungan alat dan koordinasi terkait pengairan,” pungkas Tamhid.

Reporter: FH
Editor: Redaksi
Radar Nusantara 7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *