PADANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sebanyak 500 personel gabungan untuk menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Personel diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga, mengamankan kawasan permukiman terdampak, serta menyiapkan berbagai fasilitas penanganan darurat bagi masyarakat.
Personel gabungan tersebut terdiri dari Satbrimob, Direktorat Samapta (Ditsabhara), Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Polresta Padang, serta unsur Search and Rescue (SAR) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Penanganan banjir difokuskan di sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Petugas bekerja bersama untuk memastikan warga yang berada di kawasan rawan banjir dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga menyiapkan posko pengungsian, layanan kesehatan, serta dukungan SAR untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Berdasarkan keterangan Polri, seluruh warga di kawasan terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga keterangan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Polda Sumbar Berikan Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Polda Sumatera Barat turut memberikan pelayanan kesehatan, bantuan pakaian, serta dukungan logistik bagi warga yang mengungsi.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia), yang membutuhkan penanganan dan bantuan selama berada di tempat pengungsian.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi sekaligus memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga selama proses penanganan bencana berlangsung.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir di wilayah tersebut.
“Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah keselamatan masyarakat. Polri hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan memastikan keamanan lingkungan warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti arahan petugas,” tutur Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Polri mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan susulan yang berpotensi menyebabkan banjir kembali terjadi.
Warga yang berada di wilayah rawan bencana diimbau untuk mematuhi arahan petugas, segera menjauh dari lokasi berbahaya apabila kondisi memburuk, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Sinergi antara Polri, Basarnas, unsur SAR, dan instansi terkait diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus membantu masyarakat melewati masa darurat dengan aman.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi bencana, dengan mengedepankan keselamatan, kepedulian, dan kerja sama seluruh unsur terkait.
Radar Nusantara 7.com
#BersamaBangkitKembali






