PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
1779616416845

Radar nusantara 7.com//Jakarta, Minggu 24 Mei 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia selama periode Sabtu (23/05) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (24/05) pukul 07.00 WIB. Dalam laporan tersebut, kejadian hidrometeorologi basah masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah di berbagai wilayah.

Salah satu peristiwa yang tercatat adalah banjir yang melanda Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (23/05) sekitar pukul 03.00 WIB. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air Sungai Godo meluap hingga mengakibatkan tanggul jebol.

Akibat kejadian tersebut, permukiman warga di Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, terdampak genangan air. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) dan 50 unit rumah terdampak banjir, sehingga aktivitas dan mobilitas masyarakat sempat terganggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati bersama aparat desa setempat langsung melakukan asesmen, pemantauan debit air, serta koordinasi penanganan di wilayah terdampak. Hingga Sabtu (23/05), kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.

Selain di Pati, banjir juga terjadi di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (22/05) pukul 22.30 WIB. Hujan deras dengan durasi cukup lama menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Cepu terdampak genangan.

Bencana tersebut berdampak pada 35 kepala keluarga (KK) dan merendam 35 rumah warga di Desa Mulyorejo. Tidak hanya permukiman, dua fasilitas pendidikan yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu juga turut terdampak banjir.

BPBD Kabupaten Blora bersama unsur terkait melakukan asesmen dan pemantauan terhadap wilayah terdampak guna memastikan kondisi masyarakat serta perkembangan genangan air. Berdasarkan laporan terakhir, kondisi banjir di wilayah tersebut juga mulai berangsur surut pada Sabtu (23/05).

Sementara itu, BNPB mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Di sisi lain, beberapa daerah juga mulai memasuki musim kemarau sehingga berpotensi menghadapi ancaman kekeringan serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta aktif memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, maupun PVMBG, serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana di wilayah masing-masing.

Menurut BNPB, kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana demi menjaga keselamatan masyarakat.

Sumber:humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *