Radar Nusantara7.Com//Bojonegoro – Persoalan limbah kopra di Desa Prambatan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Meski telah ramai diperbincangkan di tengah masyarakat dan menjadi sorotan publik, belum terlihat adanya tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.
Sejumlah warga Desa Prambatan mengeluhkan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pengolahan kopra milik salah satu pengusaha setempat. Limbah yang dihasilkan disebut-sebut mengalir ke area irigasi dan saluran air (selokan) di sekitar permukiman warga.
Kondisi tersebut memicu ketidaknyamanan, terutama akibat bau menyengat yang menyerupai aroma tidak sedap serta meningkatnya populasi lalat di lingkungan sekitar. Warga menilai hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan.
“Baunya sangat mengganggu, apalagi saat siang hari. Lalat juga semakin banyak. Kami khawatir kalau dibiarkan terus bisa berdampak pada kesehatan dan mencemari lingkungan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, masyarakat juga mengkhawatirkan potensi pencemaran terhadap sumber air, khususnya sumur warga yang berada tidak jauh dari lokasi aliran limbah. Mereka berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang Maupun Pemerintah Desa Prambatan agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi secara resmi kepada Kepala Desa Prambatan guna memperoleh klarifikasi terkait permasalahan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang disampaikan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada pihak Kecamatan Balen.Maupun kepada Dinas Lingkungan hidup”DLH Sayangnya, hingga saat ini belum ada Jawaban resmi maupun langkah konkret yang di informasikan kepada publik terkait penanganan limbah tersebut.
Situasi ini memunculkan harapan dari masyarakat agar instansi terkait, termasuk dinas lingkungan hidup dan pihak berwenang lainnya, dapat segera turun tangan untuk melakukan pengecekan lapangan serta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga menilai, penanganan limbah yang tidak sesuai prosedur berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan tindakan cepat, transparan, dan berkeadilan guna memastikan aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
Hingga saat ini, persoalan limbah kopra di Desa Prambatan masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap adanya solusi nyata serta keterbukaan informasi dari pihak terkait demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Sumber tim investigasi
Editor Redaksi






