PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
Screenshot_20260226_183102.jpg

Radar Nusantara7.com – Bojonegoro – kamis/26/02/2026 – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan tajam publik. Sejumlah wali murid mempertanyakan komposisi menu yang dibagikan kepada para siswa pada 25–26 Februari 2026 karena dinilai belum mencerminkan tujuan awal program sebagaimana dipahami masyarakat.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak Indonesia guna mendukung tumbuh kembang dan kualitas generasi penerus bangsa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Rabu (25/2/2026) siswa menerima satu bungkus roti, satu bungkus oseng tempe kering, dan satu butir telur.

Sementara pada Kamis (26/2/2026), menu yang dibagikan terdiri dari satu bungkus roti, satu bungkus jeli, satu bungkus keripik tempe, dan satu buah jeruk.

Menu tersebut kemudian menjadi perbincangan di kalangan wali murid. Mereka menilai komposisi makanan yang diterima anak-anak belum sepenuhnya menggambarkan konsep makanan bergizi seimbang yang selama ini disosialisasikan dalam program MBG.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya.

“Kalau memang anggarannya sekitar Rp15.000 per porsi, bisa dihitung sendiri kira-kira berapa nilai makanan yang diterima anak-anak seperti ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar terdapat kejelasan mengenai standar menu, rincian anggaran per porsi, serta mekanisme pengadaan dan distribusi makanan di tingkat sekolah.

Secara nasional, pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk mendukung keberhasilan program MBG di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, sehingga mampu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Namun demikian, munculnya temuan di lapangan memunculkan persepsi beragam di tengah masyarakat. Sebagian warga mendesak agar pengawasan dilakukan secara ketat dan transparan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.

Meski ada kekhawatiran dari sebagian masyarakat, hingga berita ini diturunkan belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait di tingkat kecamatan dan kabupaten mengenai standar menu yang menjadi acuan serta rincian teknis pelaksanaan program di SDN Sidorejo.

Para wali murid berharap pihak-pihak terkait segera melakukan evaluasi serta memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Mereka juga meminta agar program yang memiliki tujuan mulia tersebut benar-benar diawasi secara akuntabel.

Masyarakat berharap Presiden Prabowo Subianto dan jajaran terkait dapat menindaklanjuti temuan ini melalui mekanisme pengawasan yang berlaku, sehingga pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai dengan semangat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak Indonesia.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah dan dinas terkait guna memperoleh keterangan lebih lanjut demi menyajikan informasi yang lengkap dan berimbang.

Sumber: Redaksi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *