Radar nusantara7.com//Sidoarjo – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 11.25 WIB. Insiden yang melibatkan truk gandeng bernomor polisi P 8605 ED dan sepeda motor Honda Beat bernopol W 6003 ND itu mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa nahas tersebut terjadi tepat di depan Kantor Bulog Sidoarjo, sekitar 100 meter sebelum traffic light dari arah Kota Sidoarjo menuju Surabaya. Korban diketahui berinisial MA (21), warga Buduran, Sidoarjo.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kedua kendaraan diketahui melaju searah dari selatan ke utara atau dari arah Sidoarjo menuju Surabaya. Saat mendekati lokasi kejadian, truk gandeng diduga berpindah lajur dari tengah ke kiri.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Yanu, menjelaskan bahwa pada saat bersamaan terdapat sepeda motor korban di sisi kiri truk. Diduga motor tersenggol bagian pembatas roda pada gandengan truk hingga korban kehilangan kendali.
“Korban terjatuh ke sisi kanan dan kemudian terlindas ban belakang gandengan truk,” ujarnya.
Dari keterangan awal sejumlah saksi di lokasi, setelah kejadian truk sempat terus berjalan sebelum akhirnya dihentikan warga sekitar. Sopir truk berinisial S (74), warga Besuki, mengaku tidak mengetahui adanya benturan dengan sepeda motor korban.
Meski demikian, petugas menemukan adanya bekas goresan pada pembatas roda truk maupun pada sepeda motor korban yang kini dijadikan bagian dari barang bukti penyelidikan.
Korban MA sempat dievakuasi dalam kondisi luka berat dan dilarikan ke RS Delta Surya Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong.
Kanit Patroli Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ali Rifqi Mubaroq, membenarkan bahwa korban akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Pihak keluarga korban juga telah berada di rumah sakit untuk proses penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, pengemudi truk saat ini telah diamankan di Polresta Sidoarjo guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk alasan perpindahan lajur truk, kecepatan kendaraan saat kejadian, keterangan para saksi, hingga rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasus kecelakaan ini kembali menjadi sorotan terkait keselamatan berkendara di jalur padat kendaraan besar kawasan Buduran. Aparat kepolisian mengimbau para pengendara, khususnya pengemudi kendaraan besar maupun roda dua, agar lebih berhati-hati dan menjaga jarak aman demi menghindari kecelakaan fatal di jalan raya.
Sumber:tim






