PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
IMG-20260208-WA0203.jpg


Radar Nusantara7.com – Malang, Jawa Timur — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (8/2/2026).

Kehadiran Kepala Negara dalam kegiatan keagamaan berskala besar ini menjadi simbol kuat sinergi antara ulama dan negara dalam menjaga keutuhan serta stabilitas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.


Sejak Sabtu malam, ratusan ribu jemaah Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar provinsi telah memadati kawasan stadion. Suasana khidmat dan tertib terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kecintaan warga NU terhadap nilai-nilai keislaman yang moderat serta kebangsaan yang kuat.


Presiden Prabowo tiba di lokasi acara dan langsung disambut hangat oleh para ulama, kiai, habaib, serta jajaran pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyempatkan diri menyapa para jemaah dan mengapresiasi antusiasme serta kekhidmatan yang tercipta selama rangkaian Mujahadah Kubro berlangsung.


Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil, shalawat, dan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara. Nuansa religius yang sejuk dan penuh persatuan terasa kental, menegaskan peran NU sebagai pilar utama penjaga harmoni sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun geopolitik global.
“NU adalah kekuatan moral bangsa. Sejak awal berdirinya, NU selalu berada di garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI,” ujar Presiden dalam sambutannya.


Momentum Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini dinilai bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang NU dalam mengawal nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin serta memperkuat fondasi kebangsaan. Acara ini sekaligus meneguhkan komitmen NU untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh para kiai sepuh NU, dengan harapan bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan, persatuan, dan keberkahan dalam menghadapi masa depan.


Sumber: Yuli
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *