Radar Nusantara7.com – JAKARTA, Kamis 19 Februari 2026 – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatra yang digelar di Gedung Nusantara V, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Senayan, Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Dalam forum tersebut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak lepas dari sinergi lintas lembaga, baik dari unsur pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, hingga dukungan masyarakat.

Menurutnya, kerja bersama menjadi kunci dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.
“Kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan membuahkan hasil nyata di lapangan. Progres yang dicapai dalam waktu relatif singkat patut kita syukuri,” ujar Prasetyo.
Progres Infrastruktur dan Layanan Publik
Dalam kurun waktu dua bulan, pemerintah mencatat capaian signifikan di berbagai sektor. Sebanyak 5.500 unit rumah telah selesai dibangun, 98 jembatan berhasil diperbaiki, serta 99 ruas jalan nasional kembali dapat diakses masyarakat.
Tak hanya infrastruktur fisik, sektor pelayanan publik juga menunjukkan pemulihan yang menggembirakan. Sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas kini telah kembali beroperasi normal untuk melayani masyarakat terdampak bencana.
Pemulihan tersebut menjadi fondasi penting dalam menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi warga. Sejumlah daerah terdampak kini mulai menunjukkan geliat aktivitas perdagangan, pendidikan, serta layanan dasar lainnya.
Hunian Sementara Dikebut Jelang Idulfitri 2026
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, pemerintah menegaskan bahwa proses rehabilitasi belum sepenuhnya selesai. Mensesneg menekankan bahwa penyediaan hunian, khususnya hunian sementara (huntara), menjadi prioritas utama dalam tahap lanjutan pemulihan.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan huntara secepat mungkin agar warga terdampak dapat menempatinya sebelum momen Lebaran atau Idulfitri 2026.
Sumber: Humas
Editor: Redaksi






