Radar nusantara 7.com//Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode Selasa (19/05/2026) hingga Rabu (20/05/2026) pukul 07.00 WIB. Dari hasil pendataan yang dihimpun, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor masih mendominasi serta menjadi fokus penanganan pemerintah daerah bersama petugas gabungan di lapangan.
Salah satu kejadian yang mendapat perhatian terjadi di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (18/05/2026). Tanah longsor yang dipicu hujan deras sejak sore hingga malam hari mengakibatkan material longsoran menimpa rumah warga.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, satu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Hingga saat ini petugas terus melakukan upaya pencarian secara intensif dengan menggunakan alat berat dan peralatan semi manual guna mempercepat proses evakuasi korban.
Selain longsor, bencana banjir juga melanda sejumlah daerah di Indonesia. Di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, banjir terjadi di Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, sejak Minggu (17/05/2026), setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.

BPBD Kabupaten Kubu Raya mencatat sebanyak 714 unit rumah warga terdampak banjir. Selain itu, tiga fasilitas pendidikan dan dua fasilitas ibadah turut terdampak akibat meluapnya air ke kawasan permukiman. Petugas BPBD bersama unsur terkait telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan pendataan serta penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (19/05/2026). Peristiwa tersebut dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang hingga meluap ke kawasan pemukiman warga.
Empat kecamatan terdampak dalam kejadian tersebut meliputi Kecamatan Purwosari, Bangil, Pandaan, dan Pohjentrek. Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, sebanyak 1.867 unit rumah dan satu jembatan terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan telah diterjunkan untuk melakukan pendataan serta penanganan di lokasi terdampak. Hingga Rabu pagi belum terdapat laporan warga mengungsi, namun petugas masih bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan maupun evakuasi jika kondisi memburuk.
Bencana banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 15.10 WITA. Wilayah terdampak meliputi Desa Sialopa di Kecamatan Moutong serta Desa Gunung Sari di Kecamatan Bolano Lambunu.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong mencatat sebanyak 66 unit rumah terdampak, termasuk fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah, serta akses jalan desa. Hingga Selasa malam, kondisi banjir di Desa Gunung Sari dilaporkan belum surut, sedangkan banjir di Desa Sialopa mulai berangsur surut. Warga bersama relawan terlihat bergotong royong membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir dari lingkungan permukiman.
Di wilayah lain, banjir juga melanda Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Selasa (19/05/2026) pukul 08.00 WIB. Banjir terjadi di delapan desa dan dua kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Mentaya Hulu, Baamang, dan Mentawa Baru Ketapang.
Petugas mencatat sedikitnya 153 unit rumah terdampak banjir, termasuk lima fasilitas ibadah, sembilan fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa. Meski banjir dilaporkan mulai surut pada hari yang sama, petugas masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi banjir susulan akibat tingginya curah hujan.
Menyikapi masih tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar terus meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.
BNPB juga meminta masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras terjadi dalam durasi panjang. Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau rutin memantau tinggi muka air serta terus memperbarui informasi cuaca melalui lembaga resmi guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana.
Sumber:tim





