Radar Nusantara.Com//Aceh Tamiang – Presiden Prabowo Subianto bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, merayakan Hari Raya Idulfitri bersama masyarakat korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3). Kehadiran Presiden disambut hangat oleh warga di Bumi Muda Sedia yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Kepala BNPB menyambut langsung kedatangan Presiden yang telah berada di masjid bersama masyarakat. Setibanya di Masjid Darussalam, Presiden melaksanakan salat Idulfitri bersama warga penghuni hunian sementara (huntara) dan masyarakat sekitar. Momen kebersamaan tersebut menjadi simbol kuat kepedulian pemerintah terhadap warga terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus memberikan semangat kepada warga Aceh Tamiang agar tetap tegar menghadapi masa pemulihan.
Presiden juga menegaskan bahwa proses penanganan pascabencana berjalan dengan cepat berkat sinergi berbagai pihak. Ia menyebutkan bahwa masyarakat yang sebelumnya berada di tenda pengungsian kini secara bertahap telah menempati huntara maupun hunian tetap. Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti jaringan listrik hampir mencapai 100 persen, serta distribusi bantuan telah menjangkau masyarakat terdampak.
Sementara itu, salah satu warga penerima huntara, Sumiati, mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya atas kehadiran Presiden. Warga asal Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan perhatian Bapak Presiden,” ujarnya.
Usai pelaksanaan salat Id, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan warga di dalam masjid. Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang tinggal di huntara yang berada di sekitar masjid di Kecamatan Karang Baru.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 19 Maret 2026, total hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 4.089 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.949 unit telah dibangun oleh BNPB melalui pendekatan insitu dan komunal, sementara 2.140 unit lainnya dibangun oleh kementerian, lembaga, serta pihak swasta.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 1.426 kepala keluarga terdampak, yang seluruhnya telah menerima bantuan tersebut.
Kunjungan Presiden ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal, sekaligus memberikan dukungan moril bagi masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Sumber: Humas
Editor: Redaksi






