PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260521-WA0070

Radar nusantara 7.Com//Jakarta, Kamis 21 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus memperkuat upaya membuka konektivitas wilayah dan mendorong percepatan sektor pariwisata melalui kerja sama strategis dengan maskapai penerbangan Wings Air. Langkah tersebut ditandai dengan pembahasan penambahan frekuensi penerbangan rute Morotai–Ternate yang direncanakan beroperasi dua kali dalam sepekan.

Pembahasan kerja sama itu berlangsung dalam pertemuan resmi antara Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan manajemen Wings Air di Kantor Pusat Wings Air, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Pertemuan dihadiri langsung Bupati Pulau Morotai bersama Sekretaris Daerah Muhammad Umar Ali serta jajaran pemerintah daerah. Dari pihak maskapai hadir Chief Executive Officer (CEO) Super Air Jet, , yang mewakili manajemen Wings Air.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak menyepakati rencana penambahan jadwal penerbangan Morotai–Ternate menjadi dua kali seminggu dengan jadwal penerbangan setiap Senin dan Jumat. Penambahan frekuensi penerbangan itu dinilai menjadi langkah penting dalam membuka akses transportasi udara yang lebih baik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Bupati Pulau Morotai mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan aksesibilitas transportasi yang lebih luas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.

Menurutnya, Pulau Morotai memiliki potensi wisata bahari, sejarah, dan destinasi alam yang cukup besar di kawasan timur Indonesia, namun masih menghadapi tantangan keterbatasan konektivitas transportasi udara.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk membuka akses Morotai yang lebih luas. Dengan penambahan jadwal penerbangan dan tarif yang lebih terjangkau, kami berharap kunjungan wisatawan ke Morotai terus meningkat,” ujar Bupati usai pertemuan.

Ia menilai peningkatan frekuensi penerbangan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga akan mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung distribusi logistik, membuka peluang investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.

Pemerintah daerah juga menilai Wings Air memiliki jaringan penerbangan yang luas dan terkoneksi dengan sejumlah kota besar di Indonesia sehingga dinilai strategis dalam mendukung akses wisatawan menuju Morotai.

Melalui konektivitas tersebut, wisatawan nantinya memiliki lebih banyak pilihan rute perjalanan menuju Morotai, di antaranya melalui jalur Jakarta–Makassar–Ternate–Morotai, Jakarta–Manado–Ternate–Morotai, Jakarta–Ternate–Morotai, hingga Bali–Makassar–Ternate–Morotai serta beberapa alternatif rute lainnya.

Selain penambahan jadwal penerbangan, pembahasan juga mencakup skema penyesuaian harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat dan wisatawan.

Sekretaris Daerah Pulau Morotai, , menjelaskan bahwa pembicaraan terkait tarif tiket saat ini masih berada pada tahap simulasi dan perhitungan bersama pihak maskapai.

Meski belum final, pemerintah daerah berharap harga tiket penerbangan Morotai–Ternate nantinya dapat berada di bawah harga pasar saat ini sehingga mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan sekaligus membantu kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Untuk tarif masih dalam tahap simulasi perhitungan bersama pihak maskapai. Namun, skemanya diarahkan agar harga tiket bisa berada di bawah harga pasar saat ini. Penurunannya diperkirakan bisa mencapai 30 hingga 40 persen,” kata Muhammad Umar Ali.

Ia menyebutkan bahwa saat ini harga tiket penerbangan rute Morotai–Ternate masih berada di atas Rp1 juta, sehingga diperlukan formulasi kebijakan dan kerja sama yang mampu menghadirkan biaya perjalanan lebih ekonomis.

Menurut Umar Ali, keterjangkauan harga tiket menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan sektor pariwisata Morotai yang selama ini dinilai memiliki daya tarik besar, terutama wisata bahari, sejarah Perang Dunia II, serta kekayaan alam pesisir.

Di sisi lain, peningkatan konektivitas udara juga diharapkan berdampak langsung terhadap pertumbuhan pelaku usaha lokal, sektor perhotelan, UMKM, transportasi, hingga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Meski demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa keberhasilan pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada penambahan penerbangan semata, tetapi juga perlu diiringi penguatan infrastruktur pendukung, peningkatan layanan wisata, promosi daerah, serta kesiapan sumber daya manusia lokal.

Karena itu, Pemkab Morotai menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan rencana kerja sama tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan kerja sama penambahan penerbangan bersama Wings Air dapat mulai direalisasikan pada Juni 2026 mendatang apabila seluruh proses teknis dan administrasi selesai sesuai rencana.

“Jika tidak ada kendala, rencana kerja sama ini akan mulai berjalan pada Juni mendatang,” tutup Muhammad Umar Ali.

Sumber:fata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *