Radar nusantara 7.com//Surabaya – Gubernur Jawa Timur mendorong seluruh rumah sakit di wilayah Jawa Timur mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan modern yang lebih cepat, presisi, dan efisien.
Menurut Khofifah, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, termasuk dalam sektor kesehatan yang saat ini mengalami perubahan sangat cepat. Karena itu, rumah sakit, tenaga medis, hingga institusi pendidikan kesehatan perlu mulai mempersiapkan diri agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan aspek humanisme dalam pelayanan kepada pasien.
“Pemanfaatan artificial intelligence harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mempercepat diagnosis, membantu pengelolaan data pasien, hingga mendukung efisiensi manajemen rumah sakit,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, teknologi AI saat ini telah banyak digunakan di berbagai negara untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan, mulai dari analisis citra radiologi, pendeteksian dini penyakit, pengelolaan rekam medis digital, hingga sistem antrean dan layanan administrasi rumah sakit berbasis otomatisasi.
Menurutnya, rumah sakit di Jawa Timur tidak boleh tertinggal dalam proses transformasi digital tersebut. Terlebih, Jawa Timur memiliki jumlah rumah sakit yang cukup besar dengan cakupan pelayanan masyarakat yang luas, sehingga penerapan teknologi dinilai dapat membantu meningkatkan efektivitas pelayanan.
Khofifah menegaskan, penerapan AI bukan berarti menggantikan peran dokter maupun tenaga kesehatan. Sebaliknya, teknologi tersebut harus menjadi alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan medis secara lebih akurat dan cepat.
“Dokter tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam pelayanan medis. AI hanya alat bantu untuk memperkuat analisis dan mempercepat pelayanan,” katanya.
Di sisi lain, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era digitalisasi kesehatan. Menurutnya, transformasi teknologi harus dibarengi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, maupun tenaga administrasi rumah sakit agar mampu mengoperasikan sistem berbasis AI secara optimal.
Selain itu, ia menilai aspek keamanan data pasien juga harus menjadi perhatian serius. Penggunaan teknologi AI dalam sektor kesehatan dinilai harus tetap mengedepankan perlindungan data pribadi serta standar etika pelayanan medis.
“Adaptasi teknologi harus tetap mengutamakan keamanan data pasien, etika pelayanan, dan perlindungan privasi masyarakat,” tegasnya.
Dorongan penggunaan AI tersebut mendapat perhatian dari berbagai kalangan karena dinilai menjadi langkah strategis menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan. Di tengah meningkatnya jumlah pasien dan kebutuhan pelayanan yang cepat, teknologi dinilai dapat membantu rumah sakit meningkatkan efisiensi operasional sekaligus kualitas pelayanan.
Namun demikian, sejumlah pengamat juga mengingatkan agar implementasi AI dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing rumah sakit. Sebab, tidak seluruh fasilitas kesehatan memiliki kesiapan infrastruktur digital maupun sumber daya manusia yang sama.
Selain persoalan infrastruktur, biaya pengadaan teknologi dan sistem digital juga dinilai menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi rumah sakit daerah dengan kapasitas anggaran terbatas. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi kesehatan, akademisi, hingga sektor swasta untuk mendukung proses transformasi tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri disebut terus mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis digital sebagai bagian dari modernisasi pelayanan publik. Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, transparan, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Dengan mulai berkembangnya pemanfaatan AI di sektor kesehatan, Jawa Timur diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang siap menghadapi era layanan medis berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit di tengah perkembangan dunia digital yang terus bergerak cepat.
Sumber:ss






