Radar nusantara 7.com//Magetan – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, menggelar lomba hadrah tingkat Kabupaten Magetan yang berlangsung meriah di Gedung Pesat Gatra, Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang diikuti puluhan grup hadrah dari unsur masyarakat umum hingga pondok pesantren itu menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat melalui seni dan budaya Islami.
Sebanyak 36 tim putra dan putri ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Para peserta tampil membawakan lantunan sholawat dan tabuhan rebana dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa religius sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di Kabupaten Magetan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kapolres Magetan yang diwakili Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa lomba hadrah bukan sekadar ajang kompetisi seni religi, melainkan bagian dari upaya membangun sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Menurutnya, Polri saat ini tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan positif yang menyentuh nilai sosial, budaya, dan keagamaan.

“Lomba hadroh yang diselenggarakan hari ini merupakan wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Melalui lantunan sholawat dan tabuhan rebana, kita tidak hanya melestarikan seni hadroh Indonesia sebagai warisan budaya Islam Nusantara, tetapi juga merawat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di tengah masyarakat,” ujar Kompol Dodik Wibowo.
Suasana pembukaan semakin semarak ketika personel Polisi Laki-laki (Polki) dan Polisi Wanita (Polwan) turut menampilkan pertunjukan hadrah di hadapan peserta dan tamu undangan. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari para hadirin karena dinilai menunjukkan sisi humanis aparat kepolisian yang dekat dengan budaya masyarakat.
Pelaksanaan lomba hadrah ini juga menjadi ruang silaturahmi antargrup hadrah di Kabupaten Magetan. Selain menjaga tradisi seni Islami, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi media dakwah yang menyejukkan serta memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Di sisi lain, kegiatan bernuansa religi seperti ini dinilai menjadi langkah positif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Pendekatan budaya dan keagamaan dianggap efektif untuk mempererat hubungan emosional antara aparat kepolisian dengan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda dan lingkungan pondok pesantren.
Sejumlah peserta mengaku antusias mengikuti lomba tersebut karena selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan itu juga memberikan ruang bagi pelestarian seni hadrah yang selama ini tumbuh di lingkungan pesantren dan masyarakat.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun dimanfaatkan untuk menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif membangun keharmonisan sosial melalui kegiatan edukatif, religius, dan budaya.
Dengan terselenggaranya lomba hadrah se-Kabupaten Magetan ini, diharapkan tercipta hubungan yang semakin harmonis antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di Kabupaten Magetan.
Sumber;tim






