PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
23 April 2026
1770289990411.jpg


Radar Nusantara7.com – Jakarta – Memasuki awal Februari, Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan peristiwa yang berhasil dihimpun BNPB terhitung sejak Rabu (4/2) hingga Kamis (5/2) pukul 07.00 WIB, mencakup bencana tanah longsor, banjir, serta perkembangan penanganan korban di sejumlah daerah.


Bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (29/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi terdampak berada di Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat.


Akibat kejadian tersebut, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) terdampak dan terpaksa mengungsi. Dari sisi kerusakan, tercatat 4 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang, dan 8 unit rumah rusak ringan. Hingga Rabu (4/2), BPBD setempat masih melakukan asesmen lanjutan serta penanganan darurat di lokasi kejadian.


Sementara itu, di Provinsi Lampung, banjir merendam 14 desa/kelurahan di Kabupaten Lampung Utara pada Minggu (1/2) sekitar pukul 17.40 waktu setempat. Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Way Rarem meluap, sehingga menggenangi permukiman warga.


BNPB mencatat sebanyak 443 unit rumah terdampak banjir, dengan rincian 213 unit rumah di Kecamatan Kotabumi Selatan, 208 unit rumah di Kecamatan Kotabumi, dan 22 unit rumah di Kecamatan Abung Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.


Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, proses pencarian korban bencana tanah longsor hingga kini masih terus berlangsung dan telah memasuki hari ke-12. Hingga Rabu (4/2), jumlah korban jiwa yang berhasil diidentifikasi mencapai 68 orang. Selain itu, masih terdapat 21 bodypack berisi jenazah korban yang dalam proses identifikasi.


Upaya pencarian terus dioptimalkan oleh Tim Basarnas dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pengerahan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak yang mengungsi juga terus dipastikan berjalan dengan baik.


BPBD Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa sebagian pengungsi yang rumahnya berada di luar zona merah dan zona kuning mulai kembali ke kediaman masing-masing. Secara paralel, tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak juga mulai dilakukan. Pendataan rumah terdampak longsor saat ini memasuki tahap verifikasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta BPBD Provinsi Jawa Barat.


Menyikapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi pada awal Februari, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai angin kencang dan petir.


BNPB juga meminta BPBD di daerah agar aktif menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat serta segera melakukan langkah evakuasi ke tempat aman apabila diperlukan, guna meminimalkan risiko banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor.


Sumber: Humas BNPB
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *