Radar Nusantara7.Com//Bojonegoro – Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Dusun Tawaran, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Kenongorejo, Kecamatan Beringin, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan lahan serta mendukung kelancaran proses pembangunan jembatan dengan ukuran sekitar 23 meter panjang dan 6 meter lebar. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar akses antarwilayah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Dandim didampingi Pasiter Kapten Inf Surahmat, anggota Kodim, Babinsa Desa Napis, Kepala Desa Napis beserta perangkatnya, serta tokoh masyarakat setempat. Rombongan meninjau lokasi dengan menggunakan kendaraan trail untuk melihat secara langsung kondisi medan, titik pembangunan, hingga akses menuju lokasi.
Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Menurutnya, keberadaan jembatan beton tersebut nantinya akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran transportasi, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan.
“Dengan terbangunnya jembatan ini, mobilitas masyarakat akan semakin mudah, aman, dan efisien. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dan mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar, aman, serta sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Desa Napis, Mulyono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas rencana pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh warga. Ia mengungkapkan bahwa selama ini jembatan penghubung masih berupa konstruksi kayu yang kondisinya sudah memprihatinkan dan berpotensi membahayakan pengguna.
Dirinya menambahkan bahwa peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan jembatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/4/2026). Ia berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta semua pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan ini.
Semoga jembatan ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Napis,” pungkasnya.
Sumber:humas






