PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260829-WA0247

MADIUN, RADAR NUSANTARA 7.COM — Kesenian wayang kulit dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sarana mempererat kebersamaan dan menyatukan masyarakat di tengah keberagaman.

Hal tersebut disampaikan Danrem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ), Kolonel Arm Untoro Hariyanto, usai menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati HUT ke-40 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Kolonel Untoro, pagelaran wayang kulit mampu menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme warga yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut.

“Seperti kita lihat malam ini, banyak masyarakat yang hadir, baik orang tua hingga anak-anak, dari laki-laki hingga perempuan, semuanya berkumpul bersama,” kata Untoro.

Ia menilai keberadaan kesenian wayang kulit memiliki nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kesenian tradisional tersebut tetap mampu menjadi ruang interaksi dan kebersamaan bagi masyarakat.

“Meski banyak sekali masuk budaya modern saat ini, malam ini menunjukkan bahwa wayang kulit masih memiliki tempat di hati masyarakat. Tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan,” terangnya.

Untuk itu, Kolonel Untoro berharap kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional, termasuk wayang kulit, dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama agar berbagai warisan budaya bangsa tidak tergerus perkembangan zaman dan tetap dapat dinikmati serta dipelajari oleh generasi mendatang.

Danrem juga menegaskan bahwa TNI memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Ia menilai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang dapat menjadi perekat masyarakat di tengah berbagai perbedaan.

“Keberagaman budaya adalah identitas kita. Kalau terus kita jaga dan lestarikan, kecintaan kita terhadap bangsa ini akan semakin kuat dan tentunya juga semakin menyatukan kita,” pungkasnya.

Pagelaran wayang kulit tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, serta memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.humas

Radar Nusantara 7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *