PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
1778988561421

Radar nusantara 7.com//Tuban — Presiden Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan peningkatan gizi masyarakat. Dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Presiden melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, meluncurkan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026, sekaligus menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari strategi nasional pemerintah dalam memperkuat sektor pangan dari hulu hingga hilir. Selain memastikan ketersediaan stok pangan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai berjalan di berbagai daerah.

Sebanyak 10 gudang ketahanan pangan Polri yang diresmikan Presiden memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton. Gudang tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis di Indonesia, meliputi Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara hingga Maluku Utara.

Tidak hanya itu, Presiden juga meluncurkan operasional 166 SPPG Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran SPPG diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara merata sekaligus menyukseskan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, TNI dan Polri yang selama ini terus bersinergi menjaga stabilitas negara serta mendukung berbagai program strategis nasional, khususnya di bidang pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Presiden, ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga kekuatan bangsa. Karena itu, seluruh elemen negara diminta terus bekerja bersama untuk memastikan kebutuhan pangan rakyat tetap terjaga di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Sementara itu, kehadiran Presiden pada kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II mendapat sambutan hangat dari para petani di Tuban. Para petani mengaku mulai merasakan dampak positif berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari penurunan harga pupuk, kemudahan akses pelayanan pertanian hingga meningkatnya harga jual jagung yang kini menembus lebih dari Rp6.000 per kilogram.

Perwakilan kelompok tani juga berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, khususnya dalam penyediaan sarana irigasi melalui bantuan pengeboran air serta fasilitas pascapanen seperti alat pengering jagung agar kualitas hasil panen memenuhi standar Bulog dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol kuat sinergi pemerintah pusat, aparat keamanan dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.

Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *