Radar nusantara 7.com// Blitar – Sebuah toko kelontong milik Muhsin, warga Dusun Tulungsari Wetan, Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mengalami kebakaran hebat pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan toko beserta sebagian besar isinya hangus terbakar dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp70 juta.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo, menjelaskan bahwa kejadian kebakaran diketahui sekitar pukul 00.00 WIB. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, sebelum kejadian pemilik toko sempat beristirahat di dalam toko dan menyalakan obat nyamuk bakar.
“Setelah itu yang bersangkutan meninggalkan toko dan berpindah tidur ke rumah. Tidak lama kemudian, warga sekitar melihat api sudah membesar dan membakar bagian dalam toko,” ujar Teddy.
Mengetahui adanya kobaran api, warga segera berupaya melakukan pemadaman sembari melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan kobaran api dan melakukan proses pendinginan di area yang terdampak kebakaran.
Akibat insiden tersebut, seluruh rangka dan atap bangunan toko dilaporkan mengalami kerusakan parah. Selain itu, sejumlah barang berharga yang berada di dalam toko turut hangus terbakar, di antaranya mesin jahit, kulkas, freezer, serta berbagai stok kebutuhan pokok dan barang dagangan lainnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, kerugian materiil yang dialami pemilik toko diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak terkait. Dugaan sementara mengarah pada sumber api yang berasal dari obat nyamuk bakar yang sebelumnya dinyalakan di dalam toko, namun penyelidikan resmi tetap diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara akurat.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan benda yang berpotensi menimbulkan api, terutama ketika ditinggalkan tanpa pengawasan. Langkah pencegahan sederhana dinilai sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
Sumber:andika






