PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
23bcf5231b866267245a16e0221f9321

Radar nusantara7.com//Bojonegoro – Pembangunan jembatan di Desa Semen Pinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan tajam. Masyarakat bahkan menilai situasi di lapangan bak permainan petak umpet lantaran sejumlah pihak yang bertanggung jawab dinilai sulit ditemui saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh instansi terkait pada Kamis (9/7/2026).

Kegiatan sidak tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin yang saat ini terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap berbagai proyek pembangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai prosedur, spesifikasi teknis, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Camat Kapas bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) diketahui telah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan jembatan. Namun, tak lama berselang, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro juga tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan kedua terhadap progres pembangunan.

Kedatangan tim Inspektorat bertujuan memastikan capaian pekerjaan di lapangan sekaligus mencocokkan progres fisik dengan laporan yang telah disampaikan oleh pelaksana proyek. Akan tetapi, saat tim tiba di lokasi, rombongan dari Kecamatan Kapas diketahui telah lebih dahulu meninggalkan area proyek.

Tak hanya itu, tim Inspektorat juga mengaku kesulitan menemui pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan, termasuk konsultan pengawas dan pelaksana proyek.

Beny, perwakilan dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, menyoroti laporan progres pekerjaan yang dinilai perlu diklarifikasi secara langsung di lapangan. Menurutnya, pihak Inspektorat berkali-kali berupaya bertemu dengan konsultan maupun pihak pelaksana proyek, namun hingga kini belum memperoleh penjelasan yang memadai.

“Progres laporan hasil pekerjaan ini yang kami soroti. Kami ingin mendapatkan penjelasan secara langsung di lokasi dari konsultan dan pelaksana proyek. Namun, setiap kali kami datang, selalu saja ada alasan dan pihak yang kami cari tidak berada di tempat,” ujar Beny kepada awak media.

Beny juga mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang dinilai terkesan menghindari pertemuan dengan tim pengawas. Menurutnya, kehadiran konsultan dan pelaksana proyek sangat penting agar proses evaluasi dapat dilakukan secara terbuka dan objektif.

“Inspektorat pada intinya ingin bertemu langsung dengan konsultan di lokasi pekerjaan untuk memastikan progres pembangunan yang sebenarnya. Akan tetapi, sampai sekarang kami belum bisa bertemu karena selalu ada alasan,” tegasnya.

Selain itu, Beny menegaskan bahwa pihak Inspektorat membutuhkan kepastian mengenai persentase penyelesaian proyek mengingat target pekerjaan disebut harus rampung pada akhir bulan ini.

Sorotan tajam tersebut semakin menguat setelah muncul pertanyaan dari sejumlah warga terkait transparansi pelaksanaan proyek, termasuk mengenai perkembangan pembangunan dan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, kontraktor, serta konsultan pengawas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Semen Pinggir, Kecamatan Kapas, maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait progres pembangunan jembatan serta tanggapan atas sorotan yang disampaikan Inspektorat Kabupaten Bojonegoro.

Masyarakat berharap seluruh pihak yang terlibat dapat meningkatkan keterbukaan informasi dan memperkuat koordinasi agar pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi warga tersebut dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sumber:tim investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *