JAKARTA//radar nusantara 7.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia selama periode Minggu (2/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (3/8/2026) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Selain itu, tercatat pula satu insiden kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan terjadi di Desa Air Kelik, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 12.20 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Belitung Timur mengerahkan empat personel lengkap dengan empat unit mesin pompa gendong dan peralatan pemadam. Bersama Damkar PT Steelindo Wahana Perkasa, Damkar Belitung Timur, serta masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Tim gabungan kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Karhutla juga terjadi di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar lima hektare tersebut berhasil dikendalikan setelah TRC BPBD Bangka Barat, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api tidak meluas ke area lain.
Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah, kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (1/8/2026) membakar area sekitar 1.000 meter persegi dengan timbunan sampah setinggi kurang lebih 10 meter, sehingga menimbulkan asap pekat yang berdampak terhadap permukiman warga.
Sedikitnya 473 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.485 jiwa di Desa Kaligawe dan Desa Kalangan terdampak asap kebakaran tersebut. BPBD Kabupaten Klaten bersama Damkar Klaten, Damkar Sukoharjo, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, PMI, dan berbagai unsur relawan berhasil memadamkan api secara menyeluruh pada Minggu (2/8/2026). Penanganan selanjutnya difokuskan pada distribusi masker bagi masyarakat terdampak serta dukungan logistik bagi petugas pemadam di lapangan.
BNPB mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 31 Desember 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
Menghadapi meningkatnya potensi bencana kekeringan dan karhutla, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih, memanfaatkan penampungan air secara optimal, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.
BNPB juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak asap kebakaran agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Apabila ditemukan indikasi munculnya titik api atau krisis air bersih, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada BPBD atau aparat pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.:humas






