PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20261009-WA0084

TRENGGALEK – Radar Nusantara 7.com – Kebakaran melanda sebuah toko milik warga dan mengakibatkan kerusakan pada sebagian atap ruang kelas SDN 1 Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (9/10/2026). Personel TNI-Polri bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Trenggalek bergerak melakukan penanganan guna memadamkan api dan mencegah kobaran meluas ke bangunan di sekitarnya.

Petugas gabungan dari Koramil 0806-07/Watulimo, Polsek Watulimo, dan Damkar Kabupaten Trenggalek dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di lokasi kejadian. Api diketahui membakar toko milik Sri Wahyuni (43) serta berdampak pada sebagian atap ruang kelas SDN 1 Karanggandu.

Dalam penanganan tersebut, sinergi lintas instansi dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap bangunan lain di sekitar lokasi.

Bati Tuud Koramil 0806-07/Watulimo, Pelda Supriyo, menyampaikan bahwa kebakaran tersebut diduga dipicu percikan api akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Sinergi TNI-Polri bersama petugas Damkar sangat penting dalam penanganan keadaan darurat. Kami berupaya membantu memadamkan api secepat mungkin agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil bagi pemilik toko serta kerusakan pada sebagian bangunan sekolah.

Kerugian akibat kebakaran toko milik Sri Wahyuni diperkirakan mencapai Rp7 juta. Nilai tersebut terutama berasal dari kerusakan pada sebagian besar perabot toko yang terdampak api.

Sementara itu, kerusakan pada sebagian atap ruang kelas SDN 1 Karanggandu ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp2 juta. Dengan demikian, total kerugian materiil sementara dari kedua bangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp9 juta.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik. Pemeriksaan berkala terhadap kabel, stopkontak, dan peralatan listrik dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya hubungan arus pendek.

Sinergi antara TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran dalam penanganan kejadian tersebut menjadi bagian penting dari upaya perlindungan masyarakat. Respons cepat dan koordinasi yang baik diharapkan dapat membantu menekan risiko serta mencegah dampak yang lebih luas ketika terjadi keadaan darurat.

Radar Nusantara 7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *