PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-25-19-14-33-633_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara//madiun – Semangat persaudaraan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Kirab Budaya Pencak Silat yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna pada Kamis pagi (25/6/2026), dengan mengambil titik awal di depan Balai Kota Madiun.

Kirab budaya ini tidak sekadar menjadi ajang menampilkan kemampuan seni bela diri pencak silat, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan antarperguruan silat yang selama ini tumbuh dan berkembang di Kota Pendekar. Berbagai prosesi simbolis yang sarat nilai budaya dan filosofi persaudaraan turut mewarnai jalannya acara.

Salah satu prosesi yang menjadi perhatian masyarakat adalah ritual penyatuan “Air Persaudaraan”. Dalam prosesi tersebut, setiap perguruan membawa air yang berasal dari sumber air masing-masing. Air yang dibawa dalam kendi kemudian dituangkan ke dalam satu wadah besar sebagai simbol kebersamaan.

Makna dari ritual tersebut menggambarkan bahwa meskipun berasal dari sumber yang berbeda, seluruh perguruan memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga persatuan, melestarikan budaya pencak silat, serta berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. Filosofi tersebut sejalan dengan tema yang diangkat dalam Kirab Budaya Pencak Silat tahun ini, yaitu “Panji Pendekar Bersatu”.

Selain prosesi air persaudaraan, suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan Penyatuan Panji Perguruan. Dalam prosesi tersebut, perwakilan dari setiap perguruan membawa panji kebesaran masing-masing dan berdiri berjejer di bawah satu panji yang sama, yakni panji berlambang Kota Madiun.

Prosesi tersebut mengandung pesan bahwa meskipun setiap perguruan memiliki sejarah, tradisi, dan karakter yang berbeda, seluruhnya tetap berada dalam satu rumah besar yang sama, yaitu Kota Madiun. Semangat inilah yang ingin terus ditanamkan kepada seluruh pendekar dan masyarakat agar keberagaman menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

Kirab Budaya Pencak Silat tahun ini diikuti oleh 13 perguruan pencak silat yang selama ini aktif di Kota Madiun, ditambah penampilan pencak silat militer dari Kodim 0803 Madiun. Adapun perguruan yang berpartisipasi antara lain Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda, IKS Pro Patria, Kelatnas Indonesia Perisai Diri, OCC Pangastuti, Persinas ASAD, PPS Betako Merpati Putih, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Persaudaraan Rasa Tunggal, Pandan Alas, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, serta PS Cempaka Putih.

Setelah prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar Jurus Persatuan yang menampilkan berbagai atraksi pencak silat dari masing-masing perguruan. Penampilan diawali oleh demonstrasi jurus pencak silat militer dari Kodim 0803 Madiun yang mendapat perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Selanjutnya, satu per satu perguruan menampilkan jurus khas yang menjadi identitas masing-masing organisasi. Penampilan tersebut tidak hanya berlangsung di panggung kehormatan, tetapi juga ditampilkan di sejumlah titik sepanjang rute kirab hingga lokasi akhir di Alun-Alun Kota Madiun.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan. Warga memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan kirab untuk menyaksikan langsung berbagai atraksi budaya dan seni bela diri yang ditampilkan para peserta.

Pemerintah Kota Madiun berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas Kota Madiun sebagai Kota Pendekar sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarperguruan pencak silat. Selain itu, kirab budaya juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan dan menjadi media pelestarian budaya bangsa yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui semangat “Panji Pendekar Bersatu”, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kondusivitas wilayah. Perbedaan latar belakang perguruan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam satu tujuan, yakni membangun Kota Madiun yang aman, damai, dan berbudaya.

Kirab Budaya Pencak Silat Hari Jadi ke-108 Kota Madiun menjadi bukti bahwa seni bela diri tradisional tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik, tetapi juga nilai-nilai luhur tentang persatuan, penghormatan terhadap keberagaman, serta semangat menjaga warisan budaya bangsa untuk generasi mendatang.

Sumber:tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *