PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
IMG-20260602-WA0040

Radar nusantara 7.com// Bojonegoro – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro menggelar Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Makodim 0813 Bojonegoro, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh prajurit TNI serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0813 Bojonegoro.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian global.

Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam amanatnya, Kepala BPIP menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi kebangsaan sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara.

“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Dandim.

Menurut Yudian Wahyudi, tema yang diangkat tahun ini mengandung pesan kuat bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan global seperti konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, disrupsi teknologi, hingga ancaman fragmentasi sosial, Pancasila dinilai tetap menjadi pedoman moral yang mampu menjaga ketahanan bangsa. Keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa, dan budaya menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila mampu menyatukan perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut serta menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pancasila, lanjutnya, menjadi landasan utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah, gotong royong, serta penghormatan terhadap kemanusiaan menjadi instrumen diplomasi yang relevan dalam menjembatani berbagai perbedaan dan meredam konflik di tingkat internasional.

Indonesia selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata dalam upaya perdamaian dunia, di antaranya melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi berbagai konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan dan penindasan.

Selain itu, Kepala BPIP juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan perkembangan teknologi yang pesat harus tetap dibarengi dengan penguatan nilai moral dan karakter bangsa. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan atau simbol formalitas.

Kepada para pemimpin di berbagai tingkatan, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah, BPIP menitipkan amanah agar setiap kebijakan publik senantiasa berpijak pada prinsip keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang rentan dan membutuhkan perhatian negara.

Pemerintah dan seluruh elemen bangsa juga diingatkan untuk terus memperkuat persatuan nasional serta melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Kodim 0813 Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air diharapkan semakin mengakar di tengah masyarakat sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Menutup amanatnya, Kepala BPIP RI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persatuan, dan perdamaian.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” pungkasnya.

Sumber:humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *