PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
1787105403006

MANGGARAI, NTT | Radar Nusantara7.com — Pemerintah terus memperkuat penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai.

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai. Pengiriman melalui jalur laut tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak.

Dalam pelayaran tersebut, KRI Bung Hatta membawa berbagai dukungan logistik, di antaranya paket bantuan Presiden RI, paket sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah bantuan donasi dari masyarakat.

Setibanya di Pelabuhan Reok, bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Pemanfaatan transportasi laut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memastikan dukungan logistik dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan pengkinian data penanganan pascabencana gempa bumi M7,7 di Provinsi NTT per 18 Agustus 2026, Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur tercatat sebagai dua wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia dan pengungsi yang cukup tinggi.

Di Kabupaten Manggarai, tercatat 27 orang meninggal dunia dan sebanyak 6.487 warga mengungsi. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 25 orang, dengan jumlah pengungsi mencapai 15.465 jiwa.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan penanganan darurat, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang harus meninggalkan tempat tinggal akibat dampak gempa.

Selain KRI Bung Hatta, pemerintah melalui TNI Angkatan Laut juga mengerahkan KRI dr. Soeharso (KRI SHS). Kapal bantu rumah sakit milik TNI AL tersebut difungsikan untuk mendukung pelayanan dan bantuan kesehatan bagi masyarakat di wilayah NTT yang terdampak bencana.

Untuk mendukung pendistribusian bantuan secara lebih terkoordinasi dan merata, BNPB membuka Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di tiga lokasi strategis, yakni Jakarta, Labuhan Bajo, dan Maumere.

Posduklognas Jakarta yang berpusat di Base Ops Halim Perdanakusuma menjadi salah satu titik penerimaan bantuan dari berbagai instansi, organisasi, maupun masyarakat. Bantuan yang terkumpul dari pos tersebut selanjutnya dapat didistribusikan menuju Posduklognas Labuhan Bajo dan Posduklognas Maumere sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Posduklognas Labuhan Bajo yang berada di Kantor UBPU Komodo memiliki cakupan dukungan distribusi untuk wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

Adapun Posduklognas Maumere yang berlokasi di Bandara Maumere mencakup wilayah terdampak di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

BNPB juga membuka Posduklognas bagi masyarakat maupun organisasi yang ingin menyalurkan donasi bagi warga terdampak gempa. Masyarakat dan mitra yang hendak mengirimkan bantuan diimbau untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan tim Posduklognas setempat.

Koordinasi diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari segi jenis, jumlah, waktu pengiriman, maupun moda transportasi. Dengan demikian, bantuan diharapkan dapat tersalurkan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Pemerintah bersama unsur TNI, BNPB, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait terus melakukan upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta pengelolaan pengungsian menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Radar Nusantara7.com — Informasi kebencanaan disajikan dengan mengedepankan akurasi, kehati-hatian, serta merujuk pada data dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

#InfoBencanaBNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *