PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
1789309597019

NEW DELHI, Radar Nusantara 7.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Dalam forum tersebut, Indonesia membawa visi untuk memperkuat tata kelola global yang lebih inklusif sekaligus mendorong negara-negara berkembang atau Global South agar semakin aktif menyuarakan kepentingan bersama dalam sistem multilateral.

Dalam sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah pesan strategis mengenai pentingnya kemandirian nasional, persatuan negara-negara berkembang, serta penguatan kerja sama konkret di antara negara anggota BRICS.

Pesan pertama yang disampaikan Presiden berkaitan dengan kemandirian dan ketahanan nasional. Menurut Prabowo, kekuatan suatu negara pada dasarnya bermula dari kemampuan negara tersebut dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, terutama pangan, energi, dan pendidikan.

Dengan fondasi nasional yang kuat, Indonesia dinilai akan memiliki posisi yang lebih kokoh dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan tidak mudah bergantung maupun didikte oleh kekuatan tertentu.

Presiden Prabowo juga kembali mengingatkan pentingnya semangat persatuan sebagaimana tercermin dalam pepatah “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh.”

Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan spirit Konferensi Asia-Afrika yang menempatkan negara-negara berkembang sebagai kekuatan yang memiliki hak untuk menentukan masa depan dan kepentingannya sendiri.

Dalam konteks saat ini, negara-negara Global South dinilai memiliki peluang semakin besar untuk berdiri sejajar dalam memperjuangkan kepentingan bersama di tengah perubahan tatanan global.

Pesan berikutnya berkaitan dengan posisi BRICS yang memiliki cakupan populasi sangat besar. Presiden menilai kekuatan tersebut perlu diterjemahkan menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kerja sama tersebut antara lain dapat diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan energi, konektivitas pasar, serta pengembangan kerja sama di bidang modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan.

Menurut Presiden, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang pembangunan yang lebih luas bagi negara-negara berkembang sekaligus memperkuat kapasitas kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Prabowo juga mendorong terwujudnya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Ia menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap harus menjadi pusat sistem multilateral dunia.

Namun, sistem tersebut dinilai perlu terus diperkuat agar semakin representatif, responsif, serta mampu menghasilkan keputusan dan kebijakan yang memberikan dampak konkret bagi masyarakat dunia.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS menjadi bagian dari upaya diplomasi Indonesia untuk memperluas kerja sama internasional sekaligus memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

Melalui forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, setara, inklusif, dan damai, dengan tetap mengedepankan kerja sama multilateral serta kepentingan masyarakat global.(*)

Radar Nusantara 7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *