PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
1778219762869

Radar nusantata7.com //Cebu Filipina – Presiden Republik Indonesia menegaskan pentingnya penguatan ketahanan energi dan pangan kawasan dalam pidatonya pada KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (07/05/2026).

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin negara kawasan Asia Tenggara tersebut, Presiden Prabowo menyoroti meningkatnya tekanan global dan dinamika geopolitik dunia yang dinilai berdampak langsung terhadap stabilitas energi dan ketahanan pangan negara-negara ASEAN.

Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan energi kini bukan lagi sekadar agenda jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan melalui langkah konkret dan kolaborasi antarnegara kawasan.

“Ketahanan energi menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat ASEAN di tengah ketidakpastian global,” ujar Presiden Prabowo dalam forum tersebut.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mendorong sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi kawasan. Salah satunya melalui optimalisasi potensi energi terbarukan yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama.

Potensi tenaga air di wilayah Borneo, pengembangan proyek energi surya di Palawan, hingga pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir disebut Presiden sebagai sumber energi masa depan yang harus dimaksimalkan secara kolaboratif antarnegara anggota BIMP-EAGA.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi bersih melalui pengembangan energi surya nasional dengan target ambisius mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW).

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dari strategi Indonesia dalam mendukung pengurangan emisi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional dan regional.

Tak hanya fokus pada pengembangan energi baru terbarukan, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya penguatan konektivitas dan jaringan distribusi listrik antarwilayah di kawasan ASEAN.

Menurutnya, peningkatan kapasitas Trans Borneo Power Grid menjadi salah satu proyek strategis yang dapat memperkuat efisiensi distribusi energi serta mendukung pemerataan pasokan listrik di kawasan perbatasan.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa proses transisi energi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pembiayaan, transfer teknologi, dan kemitraan pembangunan yang kuat antarnegara maupun dengan mitra internasional.

“Kerja sama regional menjadi kunci untuk menghadapi tantangan energi global yang semakin kompleks,” tegasnya.

Selain isu energi, Presiden Prabowo turut mengangkat pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama menjaga kesejahteraan masyarakat ASEAN. Menurutnya, stabilitas pangan harus menjadi perhatian serius di tengah ancaman krisis global, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok internasional.

Dari Cebu, Presiden Prabowo menyampaikan pesan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga oleh kemampuan negara-negara kawasan dalam menjaga ketahanan energi, ketahanan pangan, serta stabilitas sosial masyarakat.

KTT Khusus BIMP-EAGA dalam rangkaian KTT Ke-48 ASEAN tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi pembangunan kawasan timur ASEAN sekaligus mempertegas komitmen bersama menghadapi tantangan global secara kolektif.

Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *