Radar nusantara 7.com//kediri — Wali Kota memberangkatkan sekitar 1.100 buruh menuju Kabupaten pada Sabtu pagi (16/05/2026). Ribuan buruh tersebut dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan peresmian Monumen Pahlawan Buruh Marsinah yang berlangsung di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Pemberangkatan rombongan dilakukan dari halaman Balai Kota Kediri sekitar pukul 06.00 WIB. Para peserta yang berasal dari gabungan sejumlah serikat pekerja tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 20 armada bus disiapkan untuk mengangkut para buruh menuju lokasi acara.
Suasana sejak pagi terlihat ramai dan penuh semangat. Para buruh mengenakan atribut organisasi masing-masing sambil membawa harapan agar momentum penghormatan terhadap Marsinah dapat menjadi pengingat pentingnya perlindungan hak-hak pekerja di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa keberangkatan ribuan buruh ke Nganjuk bukan sekadar menghadiri seremoni peresmian monumen, namun juga sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah yang selama ini dikenal sebagai simbol keberanian dan perjuangan kaum buruh.

Menurutnya, perjuangan Marsinah memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Oleh karena itu, momentum peresmian monumen tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bersama tentang pentingnya keadilan, perlindungan, serta kesejahteraan bagi para pekerja.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai menjadi ruang silaturahmi antarpekerja dari berbagai organisasi buruh yang ada di wilayah Kediri dan sekitarnya. Para peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan tertib serta menjaga nama baik daerah selama mengikuti rangkaian acara di Kabupaten Nganjuk.
Sementara itu, sejumlah buruh yang ikut dalam rombongan mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam agenda bersejarah tersebut. Mereka berharap perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan buruh tidak hanya berhenti pada simbol dan seremoni, melainkan juga diwujudkan melalui kebijakan nyata yang berpihak kepada pekerja.
Peresmian Monumen Pahlawan Buruh Marsinah sendiri menjadi perhatian publik nasional, terlebih karena dihadiri langsung oleh Presiden dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur.
Marsinah dikenal sebagai sosok buruh perempuan yang perjuangannya dikenang luas oleh kalangan pekerja dan masyarakat Indonesia. Kehadiran monumen tersebut diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan kaum buruh sekaligus pengingat pentingnya penegakan hak-hak pekerja di Tanah Air.
Sumber: tim






