Radar nusantara7.com//JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia menerima jajaran pengurus (FHI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (29/04/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang olahraga dan pembinaan generasi muda berprestasi.
Dalam audiensi tersebut, Wapres menegaskan bahwa olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, semangat nasionalisme, hingga memperkuat citra Indonesia di tingkat internasional. Karena itu, pemerintah memandang penting adanya dukungan yang terintegrasi agar cabang olahraga, termasuk hoki, mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Pertemuan antara Wapres dan pengurus FHI juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden yang menempatkan penguatan kualitas SDM dan prestasi pemuda sebagai salah satu prioritas utama pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyoroti pentingnya membangun ekosistem olahraga yang kuat dan kompetitif. Menurutnya, pencapaian atlet tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi harus didukung oleh pembinaan yang konsisten, fasilitas memadai, kompetisi berjenjang, hingga dukungan pendanaan yang berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, Wapres menyampaikan komitmennya untuk mendorong kolaborasi lintas sektor guna membantu persiapan atlet hoki Indonesia menghadapi berbagai agenda nasional maupun internasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat melibatkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta melalui skema sponsorship dan pembinaan atlet.
Selain itu, Wapres juga memberikan motivasi kepada para atlet hoki nasional agar terus menjaga fokus latihan dan mempertahankan semangat juang dalam meraih prestasi. Ia meminta para atlet tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih, termasuk medali emas yang selama ini berhasil dipertahankan dalam sejumlah kejuaraan.
“Prestasi yang sudah diraih harus menjadi motivasi untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi. Atlet harus terus fokus, disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Di sisi lain, pengurus FHI menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap perkembangan olahraga hoki di Indonesia. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperluas kompetisi usia muda, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan hoki di kawasan Asia maupun dunia.
Pengembangan olahraga hoki sendiri dinilai memiliki tantangan tersendiri dibanding cabang olahraga populer lainnya. Selain membutuhkan fasilitas khusus, pembinaan atlet hoki juga memerlukan dukungan organisasi, pelatih berkualitas, dan kompetisi yang rutin agar regenerasi atlet dapat berjalan optimal.
Meski demikian, sejumlah capaian yang berhasil diraih atlet hoki Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan internasional. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, hoki Indonesia diharapkan mampu tampil lebih kompetitif dan menorehkan prestasi yang membanggakan di masa mendatang.
Sementara itu, pengamat olahraga menilai perhatian pemerintah terhadap cabang olahraga non-prioritas seperti hoki menjadi sinyal positif bagi pemerataan pembinaan olahraga nasional. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan jangka panjang yang mampu menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan.
Sumber: BPMI Setwapres






